Selasa, 07 Oktober 2014

Lima Fakta tentang Orang Terkaya Dunia

Lembaga riset Wealth-X merilis hasil penelitian mengenai perilaku dan karakteristik orang-orang terkaya di dunia. Selain memiliki harta segudang, ada beberapa fakta menarik lain tentang para miliarder kelas dunia ini.

Berdasarkan hasil riset Billionaire Census 2014 yang dirilis Wealth-X, di seluruh dunia ada 12 juta orang yang punya aset senilai jutaan dolar Amerika Serikat. Namun hanya ada 2.325 orang yang berstatus miliarder atau memiliki harta sedikitnya US$ 1 miliar. Wealth X memberi contoh, tokoh yang masuk golongan ini adalah investor gaek kelas kakap, Warren Buffet, dan pembawa acara ternama, Oprah Winfrey. Selanjutnya *

Senin, 06 Oktober 2014

Kiat Sukses di Bisnis Online

Perkembangan teknologi komunikasi, terutama berbasis internet, telah mendorong laju perekonomian. Sebab lewat dunia maya, kini banyak orang yang berlomba-lomba menjajakan bisnisnya. Baik berupa jasa maupun barang. Pada 2013 saja, bisnis online telah meraup pemasukan sekitar Rp 5,1 triliun.

Mudahnya bertransaksi lewat internet pun membuat jumlah pemain di pasar ini kian meningkat. Hingga persaingan semakin ketat. Lantas apa yang harus Anda lakukan agar bisnis online tetap berjalan sukses?

Menurut praktisi bisnis online Tasya Mustika Putri (24), kunci agar usaha Anda berjalan sukses adalah kemampuan meraih kepercayaan konsumen. Sebab dalam bisnis online, pembeli tak dapat berinteraksi langsung dengan penjual. Pun tak bisa melihat atau menyentuh barang yang Anda tawarkan. Karena itu, tampilan situs serta layanan yang Anda berikan harus mampu meyakinkan dan memuaskan pelanggan.

Selanjutnya *

Kamis, 24 April 2014

Put Your Mindset at Work, James Reed dan Paul G. Stoltz (3)

Pentingnya mindset digambarkan oleh James Reed dan Paul G. Stoltz seperti ini: “Pola pikir itu bukan sekedar mengalahkan keahlian, tapi mengalahkan dengan kekuatan bak tanah longsor.” Maksud mereka, mindset jauh lebih penting dan mendasar dibanding keahlian—begitu mindset berubah, banyak hal akan berubah. Dua psikolog tersebut menyusun 20 kualitas pola pikir terpenting yang menjadi pilihan para manajer. Enam kualitas teratas ialah bersikap jujur dan dapat dipercaya (masing-masing 100%), berkomitmen dan mampu beradaptasi (99,77%), serta bertanggung jawab dan fleksibel (98,60%).

Reed dan Stoltz menyebutkan, pola pikir Global, Good, Grit (3G) merupakan saripati seluruh kualitas mindset yang dikehendaki oleh pemberi kerja. Global terkait keterbukaan dalam menerima pengalaman dan ide baru, serta kemampuan membuat koneksi dan menciptakan kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada. Good berkenaan dengan bagaimana kita melihat dan memperlakukan dunia dengan cara yang menguntungkan orang-orang di sekeliling kita. Grit berarti keteguhan dalam mengupayakan sesuatu.

Karya Reed dan Stoltz ini relatif lebih praktis dan bermanfaat untuk diterapkan di dunia kerja.

Put Your Mindset at Work, James Reed dan Paul G. Stoltz (4)

Mindset, Carol Dweck (2)

Sejak ‘ditemukan’ oleh psikolog Carol Dweck, gagasan mindset menjadi isu sentral yang kerap dibicarakan bila orang membahas prestasi dan keberhasilan. Carol memilah mindset ke dalam dua kategori: fixed mindset dan growth mindset. Mindset pertama cenderung memandang kapasitas, kecerdasan, bahkan perilaku orang bersifat tetap (fixed). Sedangkangrowth mindset beranggapan bahwa orang bisa berubah, bertambah cerdas, dan bertambah baik perilakunya.

Gagasan mindset Dweck bermanfaat bukan hanya bagi individu, tetapi juga untuk kebutuhan dunia bisnis, pendidikan, hingga olahraga. Buku langka dari jenisnya ini membantu kita untuk berubah secara positif dalam hidup dan karier. Orang-orang yang memiliki pola pikir positif (growth mindset) akan berusaha mengembangkan dirinya, memperbaiki perilaku dan kebiasaannya, meningkatkan ketrampilan dan kecerdasannya (baik intelektual maupun non-intelektual).

Dweck menunjukkan bahwa kita mampu mengubah mindset pada tahap kehidupan yang manapun, asalkan ada motivasi untuk berubah. Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik dalam banyak aspek kehidupan kita.


Cara Berpikir (Mindset) (1)

Bagaimana kita melihat sesuatu, itu bergantung kepada perintah pikiran, Misalnya saja, apakah kita melihat tugas sebagai beban atau tantangan. Bagaimana kita melihat sebuah peristiwa, menimbang pekerjaan, menyikapi persoalan, itu berpulang kepada bagaimana kita berpikir atau mindset.

Mindset merupakan lensa terdalam yang kita gunakan dalam melihat dunia: apakah kita melihat dunia secara positif ataukah sebaliknya; apakah kita memandang keberhasilan orang lain sebagai inspirasi atau melihatnya dengan rasa iri dan curiga. “Kebahagiaan Anda berhubungan dengan mindset Anda, bukan dengan lingkungan di luar diri Anda,” kata Steve Maraboli dalam Life, the Truth, and Being Free.

Banyak buku ditulis mengenai mindset dan cara berpikir, berikut ini beberapa di antaranya yang menarik, penting, relevan, dan membantu kita dalam membenahi mindset dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari.

Cara Berpikir (Mindset) (2)

//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//