Tampilkan postingan dengan label iri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2014

Cara Berpikir (Mindset) (1)

Bagaimana kita melihat sesuatu, itu bergantung kepada perintah pikiran, Misalnya saja, apakah kita melihat tugas sebagai beban atau tantangan. Bagaimana kita melihat sebuah peristiwa, menimbang pekerjaan, menyikapi persoalan, itu berpulang kepada bagaimana kita berpikir atau mindset.

Mindset merupakan lensa terdalam yang kita gunakan dalam melihat dunia: apakah kita melihat dunia secara positif ataukah sebaliknya; apakah kita memandang keberhasilan orang lain sebagai inspirasi atau melihatnya dengan rasa iri dan curiga. “Kebahagiaan Anda berhubungan dengan mindset Anda, bukan dengan lingkungan di luar diri Anda,” kata Steve Maraboli dalam Life, the Truth, and Being Free.

Banyak buku ditulis mengenai mindset dan cara berpikir, berikut ini beberapa di antaranya yang menarik, penting, relevan, dan membantu kita dalam membenahi mindset dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari.

Cara Berpikir (Mindset) (2)

Sabtu, 31 Agustus 2013

10 Rahasia Para Miliarder yang Tak Diketahui Banyak Orang

Berikut gaya dan sikap para miliarder kaya raya yang jarang diketahui orang lain:

1. Para miliarder selalu mengeluarkan uang lebih sedikit dari pendapatannya. Baginya, lebih baik jadi kaya secara sembunyi-sembunyi daripada terang-terangan jadi orang miskin.

2. Konglomerat biasanya tahu bahwa kesabaran bernilai tinggi. Tak ada seorang pun yang berubah jadi miliarder dalam waktu semalam. Jika Anda ingin menirunya, rajinlah menabung sejak usia muda dan berhentilah berfoya-foya.

3. Dia (miliarder) sangat menyadari uang tak membeli kebahagiaan. Jika Anda mencari surga, makan Anda harus fokus untuk bebas dari persoalan keuangan.

4. Berkaitan dengan poin sebelumnya, dia memahami, kebebasan finansial berarti bebas dari segala utang. Berapapun pendapatan Anda, setiap utang pasti bisa dilunasi.

5. Para miliarder paham bahwa pekerjaan tambahan akan menambah tabungan di rekeningnya dan membuatnya semakin sibuk. Kesibukannya tersebut akan menyita banyak waktunya dan membuatnya kesulitan menghabiskan uang yang dimilikinya.

6. Uang tak bisa berkembang dengan sendirinya, dan para miliarder memahaminya dengan baik. Anda tak bisa mengharapkan uang Anda tumbuh dengan sendirinya tanpa kemampuan mengelola dengan baik.

7. Gagal merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal. Para miliarder menghabiskan banyak waktu untuk membuat rencana bisnis, tak cukup hanya ingin saja.

8. Meskipun dia memiliki pekerjaan yang sangat dia senangi, dia tak perlu bekerja lagi. Hal tersebut karena semua kemampuan yang dimilikinya menghasilkan uang, dan dilakukannya selama bertahun-tahun.

9. Para orang kaya ini mengerti dirinya tak akan selamanya muda. Maka mereka akan mulai menabung sejak usia 20-an agar bisa memperoleh dalam jumlah besar di kemudian hari.

10. Dia tak pernah iri jika miliarder lain membeli mobil mewah dan tinggal di rumah megah, karena dirinya juga mampu membelinya.

Senin, 13 Mei 2013

SINERGISME: Perkawinan Yang Sempurna

Jika Anda sudah membangun Istana di udara, pekerjaan Anda itu tidak sia-sia.Biarkanlah istana-istana itu di tempatnya. Sekarang Anda tinggal membuat Fondasi di bawahnya. (Henry David Thoreau)

Seorang imigran asal Iran yang bernama Ernest Hamwi berprofesi sebagai penjual kue wafel khas Iran. Pada acara World's Fair tahun 1905, ia membuka gerai wafelnya. Ia bekerja keras dari pagi hingga malam hari. Ia juga sampai membagi-bagikan secara cuma-cuma, contoh-contoh kuenya kepada setiap pengunjung yang lewat di depan standnya. Tetapi tampaknya semua usahanya tidak membawa hasil sama sekali. Tak satupun yang berminat untuk membeli kue-kue wafelnya.

Dan yang lebih menyakitkan lagi, setiap harinya ia menyaksikan ribuan pengunjung yang tengah kelaparan, berjalan melewati gerai wafel milik Ernest yang selalui sepi. Mereka semua berbondong-bondong, bahkan sampai mengantri di depan gerai es krim yang letaknya cuma dua gerai dari gerai Ernest. Ia hanya bisa termangu menyaksikan para pengunjung yang menyerbu gerai es krim itu. Sungguh ia merasa iri melihat pemilik gerai es krim yang setiap harinya meraup banyak uang!

Tetapi, pada suatu hari yang cukup terik, keberuntungan mulai berpihak pada Ernest. Hari itu rupanya gerai Es krim kewalahan menghadapi serbuan pembeli. Sampai-sampai, pemilik gerai es krim kehabisan piring. Karena sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, terpaksa ia menuju ke gerai wafel milik Ernest untuk meminjam priring tambahan.

Selanjutnya: Perkawinan Yang Sempurna

Sumber
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//