Tampilkan postingan dengan label fondasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fondasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2013

Sabar Untuk Sukses


"Seseorang yang ahli dalam kesabaran adalah ahli dalam segala hal" - George Savile

Sebuah pepatah mengatakan Roma tidak dibangun dalam sehari. Demikian juga kesuksesan tidak dibangun secara instan. Apalagi jika itu adalah sebuah kesuksesan jangka panjang.

Untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan kesabaran. Jika Anda ingin sampai ke kantor atau rumah dengan selamat, tentu Anda harus sabar menghadapi kemacetan dan pengemudi lain yang ugal-ugalan atau melanggar lalu lintas.

Demikian juga untuk menggapai kesuksesan. Kesabaran adalah kunci dan fondasi untuk membangun kesuksesan. Jika Anda dicemoohkan orang, mendapatkan penolakan, menghadapi banyak rintangan atau belum memperoleh hasil signifikan dari kerja keras Anda selama ini, bersabarlah.

Sebelum menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Bill Gates selama bertahun-tahun menerima pendapatan dari software ciptaannya hanya $2 per hari. Nilai yang lebih rendah dari gaji seorang pegawai rendahan sekalipun di Amerika. Tapi Bill Gates tetap sabar dan yakin dalam menjalankan bisnisnya.

Demikian juga J.K Rowling, penulis laris buku Harry Potter yang sangat mendunia. Sebelum sebuah penerbit kecil di Inggris, Bloomsbury menerbitkan novel Harry Potter, J.K Rowling menghadapi 12 kali penolakan terhadap manuskripnya. Seandainya J.K Rowling menyerah dan tidak sabar dalam menghadapi 12 penolakan tersebut, kita tidak pernah membaca hasil karyanya menakjubkan itu dan ia pun tidak sesukses seperti sekarang ini.

Jika Anda merasa sudah cukup bersabar. Tambahkan lagi dosis sabar Anda. Perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan adalah pada kesabaran dan ketekunan.


Sumber*

Senin, 13 Mei 2013

SINERGISME: Perkawinan Yang Sempurna

Jika Anda sudah membangun Istana di udara, pekerjaan Anda itu tidak sia-sia.Biarkanlah istana-istana itu di tempatnya. Sekarang Anda tinggal membuat Fondasi di bawahnya. (Henry David Thoreau)

Seorang imigran asal Iran yang bernama Ernest Hamwi berprofesi sebagai penjual kue wafel khas Iran. Pada acara World's Fair tahun 1905, ia membuka gerai wafelnya. Ia bekerja keras dari pagi hingga malam hari. Ia juga sampai membagi-bagikan secara cuma-cuma, contoh-contoh kuenya kepada setiap pengunjung yang lewat di depan standnya. Tetapi tampaknya semua usahanya tidak membawa hasil sama sekali. Tak satupun yang berminat untuk membeli kue-kue wafelnya.

Dan yang lebih menyakitkan lagi, setiap harinya ia menyaksikan ribuan pengunjung yang tengah kelaparan, berjalan melewati gerai wafel milik Ernest yang selalui sepi. Mereka semua berbondong-bondong, bahkan sampai mengantri di depan gerai es krim yang letaknya cuma dua gerai dari gerai Ernest. Ia hanya bisa termangu menyaksikan para pengunjung yang menyerbu gerai es krim itu. Sungguh ia merasa iri melihat pemilik gerai es krim yang setiap harinya meraup banyak uang!

Tetapi, pada suatu hari yang cukup terik, keberuntungan mulai berpihak pada Ernest. Hari itu rupanya gerai Es krim kewalahan menghadapi serbuan pembeli. Sampai-sampai, pemilik gerai es krim kehabisan piring. Karena sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, terpaksa ia menuju ke gerai wafel milik Ernest untuk meminjam priring tambahan.

Selanjutnya: Perkawinan Yang Sempurna

Sumber
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//