Tampilkan postingan dengan label menyerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menyerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

Pensiun Dini?

Dwita Ariani
Tujuan akhir dari bisnis adalah memperoleh passive income. Kita harus membuat bisnis kelak berjalan dengan sendirinya tanpa perlu Anda terlibat 100 persen di dalamnya, sehingga Anda dapat menciptakan unit bisnis selanjutnya. So, never start a business without a proper business plan!

Bisnis merupakan instrumen investasi yang mampu memberikan return sangat tinggi. Untuk menjadikannya investasi yang bernilai, tentu memerlukan usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit. Seorang pengusaha yang tidak boleh mudah menyerah.

Dalam bisnis, rumus high risk high return juga berlaku. Apabila Anda berpikir untuk memiliki bisnis saat pensiun kelak, mulailah berpikir tentang bisnis apa yang akan Anda lakukan sejak dini. Miliki juga barbagai macam pengetahuan yang diperlukan dengan menginvestasikan waktu dan uang untuk terus belajar, sebagai modal penting memulai sebuah bisnis.

Bisnis senantiasa membutuhkan modal. Semakin cepat Anda mulai menyisihkannya dari pendapatan sekarang, semakin besar modal yang terbentuk di masa depan. Terakhir, jangan memulai menjelang Anda pensiun, mengingat tingginya risiko di awal tahun berbisnis.

Berpikirlah untuk merealisasikan bisnis Anda sedini mungkin sebelum pensiun. Semakin muda Anda memulai bisnis, semakin kecil risiko yang Anda miliki. Sebab Anda masih memiliki waktu panjang untuk menghadapi berbagai risiko. Sumber *

Sabtu, 01 Juni 2013

Keyakinan (3)

Orang yang tidak mempunyai keyakinan juga sulit untuk mempunyai semangat yang menyala. Kalaupun mempunyai semangat biasanya hanya di awal-awal saja ketika usaha mulai dikerjakan. Namun, ketika usaha menghadapi masalah, bertemu tantangan, atau tiba-tiba berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka orang yang tidak mempunyai keyakinan akan mudah menyerah. Orang yang demikian adalah orang yang lemah.

Untuk membuktikan apa yang penulis sampaikan berkaitan dengan keyakinan ini, cobalah Anda perhatikan orang-orang yang hidupnya tampak bahagia, sukses dalam karier, atau orang yang kaya di sekitar Anda. Apakah mereka itu tampak sebagai orang yang mempunyai semangat dalam hidupnya atau kelihatan lemah? Sejauh pengamatan penulis, orang yang hidupnya tampak bahagia, sukses dalam berkarier, atau mempunyai kekayaan melimpah adalah mereka yang tampak bersemangat dalam menghadapi hidup. Semangat yang tampak pada diri seseorang sesungguhnya adalah cerminan dari keyakinan yang ada dalam hatinya.

Selanjutnya: Keyakinan (4)

Keyakinan (2)

Keyakinan yang baik adalah keyakinan yang disandarkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Hal ini penting dilakukan agar ketika mengalami keberhasilan, seseorang tidak mudah terjangkit sifat sombong karena ia menyadari bahwa keberhasilannya adalah karunia dari-Nya. Dengan demikian, ia pun segera mempunyai kesadaran untuk bersyukur kepada Tuhan. Sungguh, kesadaran untuk bersyukur inilah sumber kebahagiaan yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa kemampuan untuk bersyukur kepada Tuhan, sulit bagi seseorang bisa menikmati keberhasilan yang telah diraihnya.

Keyakinan yang disandarkan kepada Tuhan juga tidak mudah membuat seseorang menyerah ketika menghadapi rintangan. Hal ini bisa terjadi karena ia meyakini bahwa Tuhan Yang Mahakuasa akan berkenan membantunya untuk memberikan jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapinya. la akan mempunyai kemantapan hati karena telah memperkuat keyakinannya dengan sering berdoa kepada-Nya tentang apa yang jadi keinginannya.

Di sinilah sesungguhnya penting bagi seseorang untuk mempunyai keyakinan dalam hidupnya. Orang yang tidak mempunyai keyakinan akan sulit meraih kesuksesan dan kekayaan. Hal ini bisa terjadi karena orang yang tidak mempunyai keyakinan sering dihinggapi keraguan ketika akan mewujudkan keinginannya. Keraguan ini yang membuat seseorang tidak fokus dalam menempuh langkah-langkah atau usaha. Apabila usaha dilakukan dengan tidak fokus, maka alamat kegagalan sudah di depan mata.

Selanjutnya: Keyakinan (3)

Keyakinan (1)

Keyakinan adalah modal yang harus dimiliki oleh orang yang ingin meraih kekayaan melimpah. Keyakinan ini semacam energi yang bisa menggerakkan seseorang untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Tanpa keyakinan, ibarat mobil tanpa bahan bakar; ia bisa berjalan kalau hanya didorong atau pada saat jalanan menurun saja, tetapi ketika jalanan menanjak, maka yang mendorong bisa jadi sangat kelelahan yang akhirnya berhenti mendorong dan mobil pun tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Demikian pula dengan keyakinan. Keberadaannya bagaikan bahan bakar yang senantiasa membakar semangat hidup seseorang yang ingin mewujudkan impiannya.

Orang yang ingin memperoleh kesejahteraan hidup dengan kekayaan harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa ia dapat meraihnya. Keyakinan ini harus senantiasa ditumbuhkan agar ketika seseorang menghadapi kesulitan, tantangan, atau masalah yang berat dalam mewujudkan keinginannya, ia tidak mudah menyerah dan putus asa. Keyakinan akan membuat seseorang bertahan untuk menghadapi masalah dan berusaha untuk mengatasinya atau menemukan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya.

Selanjutnya: Keyakinan (2)

Minggu, 26 Mei 2013

Sabar Untuk Sukses


"Seseorang yang ahli dalam kesabaran adalah ahli dalam segala hal" - George Savile

Sebuah pepatah mengatakan Roma tidak dibangun dalam sehari. Demikian juga kesuksesan tidak dibangun secara instan. Apalagi jika itu adalah sebuah kesuksesan jangka panjang.

Untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan kesabaran. Jika Anda ingin sampai ke kantor atau rumah dengan selamat, tentu Anda harus sabar menghadapi kemacetan dan pengemudi lain yang ugal-ugalan atau melanggar lalu lintas.

Demikian juga untuk menggapai kesuksesan. Kesabaran adalah kunci dan fondasi untuk membangun kesuksesan. Jika Anda dicemoohkan orang, mendapatkan penolakan, menghadapi banyak rintangan atau belum memperoleh hasil signifikan dari kerja keras Anda selama ini, bersabarlah.

Sebelum menjadi orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Bill Gates selama bertahun-tahun menerima pendapatan dari software ciptaannya hanya $2 per hari. Nilai yang lebih rendah dari gaji seorang pegawai rendahan sekalipun di Amerika. Tapi Bill Gates tetap sabar dan yakin dalam menjalankan bisnisnya.

Demikian juga J.K Rowling, penulis laris buku Harry Potter yang sangat mendunia. Sebelum sebuah penerbit kecil di Inggris, Bloomsbury menerbitkan novel Harry Potter, J.K Rowling menghadapi 12 kali penolakan terhadap manuskripnya. Seandainya J.K Rowling menyerah dan tidak sabar dalam menghadapi 12 penolakan tersebut, kita tidak pernah membaca hasil karyanya menakjubkan itu dan ia pun tidak sesukses seperti sekarang ini.

Jika Anda merasa sudah cukup bersabar. Tambahkan lagi dosis sabar Anda. Perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan adalah pada kesabaran dan ketekunan.


Sumber: *
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//