Tampilkan postingan dengan label masalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Keyakinan (3)

Orang yang tidak mempunyai keyakinan juga sulit untuk mempunyai semangat yang menyala. Kalaupun mempunyai semangat biasanya hanya di awal-awal saja ketika usaha mulai dikerjakan. Namun, ketika usaha menghadapi masalah, bertemu tantangan, atau tiba-tiba berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka orang yang tidak mempunyai keyakinan akan mudah menyerah. Orang yang demikian adalah orang yang lemah.

Untuk membuktikan apa yang penulis sampaikan berkaitan dengan keyakinan ini, cobalah Anda perhatikan orang-orang yang hidupnya tampak bahagia, sukses dalam karier, atau orang yang kaya di sekitar Anda. Apakah mereka itu tampak sebagai orang yang mempunyai semangat dalam hidupnya atau kelihatan lemah? Sejauh pengamatan penulis, orang yang hidupnya tampak bahagia, sukses dalam berkarier, atau mempunyai kekayaan melimpah adalah mereka yang tampak bersemangat dalam menghadapi hidup. Semangat yang tampak pada diri seseorang sesungguhnya adalah cerminan dari keyakinan yang ada dalam hatinya.

Selanjutnya: Keyakinan (4)

Rabu, 22 Mei 2013

Siapa Yang Anda Pilih Untuk Ditiru?

Seperti halnya ulat-ulat baris, kita MANUSIA pun memiliki insting yang kuat untuk berkelompok. Oleh karena itu, kita pun dianggap sebagai PENIRU ULUNG. Untungnya, insting untuk berkelompok yang dimiliki manusia dibarengi dengan kemampuannya untuk BERPIKIR. Justru karena kita mampu berpikir dan menggunakan akal kita, maka kita bisa melakukan berbagai PILIHAN. Semenara ulat-ulat tadi, 100% hanya bergantung pada insting mereka.

Berbeda dengan ulat-ulat baris tadi , manusia bisa memilih untuk tidak masuk ke dalam suatu kelompok tertentu. Kita bisa memilih untuk BERHENTI meniru orang-orang yang menerapkan sistem, yang nantinya justru akan membawa kita menjadi orang-orang yang senang ber-HUTANG … senang ber-GANTUNG pada orang lain … PERAGU … bahkan meniru oarng-orang yang akan membawa kita kepada MASALAH YANG BESAR!
Sebaliknya, kita juga bisa memilih untuk memulai MENIRU orang-orang yang sistemnya membawa kita menuju ke keadaan yang SEJAHTERA & KAYA RAYA.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda seperti ulat-ulat baris yang secara MEMBABI-BUTA meniru pola sesama “ulat” di depan Anda, sampai akhirnya Anda menjadi mereka yang termasuk ke dalam golongan 95%, yakni orang-rang yang nantinya menjadi orang MISKIN … MELARAT … atau menggantungkan diri kepada tunjangan pemerintah?

Atau sebaliknya, Anda ingin KELUAR dari kelompok tersebut dan masuk ke dalam kelompok yang 5% dengan jalan meniru pola yang akan membawa Anda menuju kondis KAYA RAYA yang sesungguhnya.

Selanjutnya: Mengapa Kita harus Meniru Sistem Untuk Menciptakan Kekayaan?

Senin, 13 Mei 2013

Membenahi Diri Sendiri

Memahami diri sendiri secara utuh sebelum memahami orang lain seutuhnya, tidak dimungkiri lagi sudah menjadi bagian dari karakter sukses seseorang. 

Selain itu ada faktor keberhasilan lainnya yang harus kita pahami betul yaitu memahami mimpi di masa depan dan belajar kesalahan di masa lalu.

Yang tidak kalah pentingnya setelah rangkaian panjang memahami diri sendiri adalah membenahi diri sendiri.

Pembenahan diri ini lebih dikenal sebagai introspeksi. Di mana kita mencari waktu tersendiri untuk merenung secara panjang dan dalam tentang apa yang sudah kita lakukan dan memikirkan langkah ke depannya. Apa yang sudah kita lakukan termasuk kesalahan yang sudah pernah kita jalani dan efek ke depan yang akan kita hadapi.

Lebih dalam lagi sesungguhnya introspeksi bukan sekadar perenungan. Ini lebih ke arah perbaikan diri hingga menemukan titik kerusakan yang telah membuat kita tidak bisa maju. Titik kerusakan ini mungkin tidak dirasakan sekilas oleh diri kita dan orang lain. Tapi kita bisa merasakan ada sesuatu yang salah yang menghambat jalan kita ke depan.

Bila kita merasa bahwa kita sudah melakukan banyak hal, tapi selalu saja merasa bahwa kita tidak pernah bisa melesat maju karena ada luka dan kepahitan yang tidak bisa juga lepas dan mematahkan keinginan kita, mungkin hal berikut harus kita lakukan.


Memilah masalah

Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak bisa beranjak untuk maju adalah ketidakmampuan untuk memilah masalah.

Masalah yang satu dan yang lainnya dijadikan satu hingga serasa bahwa masalah hidupnya terlalu berat dan bertumpuk-tumpuk. Padahal ketika masalah itu ditulis satu per satu akan terlihat dengan jelas mana masalah yang bisa diselesaikan dengan segera dan mana masalah yang bisa diselesaikan berikutnya. Dengan begini, masalah akan selesai satu per satu hingga tidak ada lagi namanya terbelit dalam masalah. Ketika biru dan hijau menyatu akan tercipta warna ungu. Warna yang berbeda dengan warna dasarnya. Tapi ketika kita mengurai warna biru sendiri untuk mewarnai lautan dan hijau untuk dedaunan, masing-masing akan terlihat kelebihan dan kekurangannya.

Sumber: *
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//