Tampilkan postingan dengan label sendiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sendiri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2013

Jika Kita Lunak Pada Diri Sendiri, Maka Dunia Akan Keras Kepada Kita. Sebaliknya, jika kita keras pada diri sendiri, maka Dunia Akan Lunak Kepada Kita


"Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada kita. Sebaliknya, jika kita keras pada diri sendiri, maka dunia akan lunak kepada kita."

Karena itu, terus perkuat kebiasaan keras kepada diri sendiri. Disiplin, rajin, bekerja keras, ulet, berani, tegas, pantang menyerah, serta berbagai sikap kaya mental harus terus kita tanamkan. Hanya dengan sikap tersebut, kita akan jadi manusia yang lugas dalam meladeni hadangan, luwes dalam melewati tantangan, lincah dalam mengatasi persoalan, kuat dalam menghadapi goncangan, dan tegar menghadapi badai ujian.
Bulan puasa adalah bulan menahan diri. Melawan nafsu, menahan emosi, mengekang diri. Dan, kebiasaan positif tersebut akan menjadi salah satu cara untuk menguatkan diri untuk memperkeras mentalitas. Sehingga, mentalitas yang mumpuni akan mengasah diri agar kita jadi manusia unggulan dalam berbagai kesempatan. Keras pada diri sendiri akan mengantarkan kita sebagai pemenang kehidupan.
Maju terus, pertegas langkah, perkuat tekad, maka kerasnya batu-batu penghalang akan dapat kita taklukkan!

Salam sukses Luar Biasa!! 

Andrie Wongso

Senin, 13 Mei 2013

Membenahi Diri Sendiri

Memahami diri sendiri secara utuh sebelum memahami orang lain seutuhnya, tidak dimungkiri lagi sudah menjadi bagian dari karakter sukses seseorang. 

Selain itu ada faktor keberhasilan lainnya yang harus kita pahami betul yaitu memahami mimpi di masa depan dan belajar kesalahan di masa lalu.

Yang tidak kalah pentingnya setelah rangkaian panjang memahami diri sendiri adalah membenahi diri sendiri.

Pembenahan diri ini lebih dikenal sebagai introspeksi. Di mana kita mencari waktu tersendiri untuk merenung secara panjang dan dalam tentang apa yang sudah kita lakukan dan memikirkan langkah ke depannya. Apa yang sudah kita lakukan termasuk kesalahan yang sudah pernah kita jalani dan efek ke depan yang akan kita hadapi.

Lebih dalam lagi sesungguhnya introspeksi bukan sekadar perenungan. Ini lebih ke arah perbaikan diri hingga menemukan titik kerusakan yang telah membuat kita tidak bisa maju. Titik kerusakan ini mungkin tidak dirasakan sekilas oleh diri kita dan orang lain. Tapi kita bisa merasakan ada sesuatu yang salah yang menghambat jalan kita ke depan.

Bila kita merasa bahwa kita sudah melakukan banyak hal, tapi selalu saja merasa bahwa kita tidak pernah bisa melesat maju karena ada luka dan kepahitan yang tidak bisa juga lepas dan mematahkan keinginan kita, mungkin hal berikut harus kita lakukan.


Memilah masalah

Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak bisa beranjak untuk maju adalah ketidakmampuan untuk memilah masalah.

Masalah yang satu dan yang lainnya dijadikan satu hingga serasa bahwa masalah hidupnya terlalu berat dan bertumpuk-tumpuk. Padahal ketika masalah itu ditulis satu per satu akan terlihat dengan jelas mana masalah yang bisa diselesaikan dengan segera dan mana masalah yang bisa diselesaikan berikutnya. Dengan begini, masalah akan selesai satu per satu hingga tidak ada lagi namanya terbelit dalam masalah. Ketika biru dan hijau menyatu akan tercipta warna ungu. Warna yang berbeda dengan warna dasarnya. Tapi ketika kita mengurai warna biru sendiri untuk mewarnai lautan dan hijau untuk dedaunan, masing-masing akan terlihat kelebihan dan kekurangannya.

Sumber: *
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//