Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah. Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekarjaan apapun yang diterima, sering kali dia tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya pensiun dia tidak berubah pekerjaan.
Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalau Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalau Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.
Jadi No. 1 didalam hidup memilih bisnis ini kita harus pilih goal - goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal apapun, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari goal - goal tadi kira - kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?
Tampilkan postingan dengan label Pilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilih. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Februari 2014
Pilih Yang Menghasilkan
Label:
biaya,
bisnis,
delegasikan,
Goal,
kapan,
Madonna,
mencari yang mudah,
menghasilkan,
Michael Jordan,
paling mudah,
pekerjaan,
Pilih,
suka,
Tung Desem Waringin
Rabu, 22 Mei 2013
Siapa Yang Anda Pilih Untuk Ditiru?
Seperti halnya ulat-ulat baris, kita MANUSIA pun memiliki insting yang kuat untuk berkelompok. Oleh karena itu, kita pun dianggap sebagai PENIRU ULUNG. Untungnya, insting untuk berkelompok yang dimiliki manusia dibarengi dengan kemampuannya untuk BERPIKIR. Justru karena kita mampu berpikir dan menggunakan akal kita, maka kita bisa melakukan berbagai PILIHAN. Semenara ulat-ulat tadi, 100% hanya bergantung pada insting mereka.
Berbeda dengan ulat-ulat baris tadi , manusia bisa memilih untuk tidak masuk ke dalam suatu kelompok tertentu. Kita bisa memilih untuk BERHENTI meniru orang-orang yang menerapkan sistem, yang nantinya justru akan membawa kita menjadi orang-orang yang senang ber-HUTANG … senang ber-GANTUNG pada orang lain … PERAGU … bahkan meniru oarng-orang yang akan membawa kita kepada MASALAH YANG BESAR!
Berbeda dengan ulat-ulat baris tadi , manusia bisa memilih untuk tidak masuk ke dalam suatu kelompok tertentu. Kita bisa memilih untuk BERHENTI meniru orang-orang yang menerapkan sistem, yang nantinya justru akan membawa kita menjadi orang-orang yang senang ber-HUTANG … senang ber-GANTUNG pada orang lain … PERAGU … bahkan meniru oarng-orang yang akan membawa kita kepada MASALAH YANG BESAR!
Sebaliknya, kita juga bisa memilih untuk memulai MENIRU orang-orang yang sistemnya membawa kita menuju ke keadaan yang SEJAHTERA & KAYA RAYA.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda seperti ulat-ulat baris yang secara MEMBABI-BUTA meniru pola sesama “ulat” di depan Anda, sampai akhirnya Anda menjadi mereka yang termasuk ke dalam golongan 95%, yakni orang-rang yang nantinya menjadi orang MISKIN … MELARAT … atau menggantungkan diri kepada tunjangan pemerintah?
Atau sebaliknya, Anda ingin KELUAR dari kelompok tersebut dan masuk ke dalam kelompok yang 5% dengan jalan meniru pola yang akan membawa Anda menuju kondis KAYA RAYA yang sesungguhnya.
Selanjutnya: Mengapa Kita harus Meniru Sistem Untuk Menciptakan Kekayaan?
Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda seperti ulat-ulat baris yang secara MEMBABI-BUTA meniru pola sesama “ulat” di depan Anda, sampai akhirnya Anda menjadi mereka yang termasuk ke dalam golongan 95%, yakni orang-rang yang nantinya menjadi orang MISKIN … MELARAT … atau menggantungkan diri kepada tunjangan pemerintah?
Atau sebaliknya, Anda ingin KELUAR dari kelompok tersebut dan masuk ke dalam kelompok yang 5% dengan jalan meniru pola yang akan membawa Anda menuju kondis KAYA RAYA yang sesungguhnya.
Selanjutnya: Mengapa Kita harus Meniru Sistem Untuk Menciptakan Kekayaan?
Label:
berhenti,
berkelomok,
berpikir,
ditiru,
hutag,
insting,
kaya raya,
manusia,
masalah,
melarat,
membabi-buta,
miskin,
peniru ulung,
peragu,
Pilih,
pilihan,
sejahtera,
ulat baris
Langganan:
Postingan (Atom)