Perkembangan teknologi komunikasi, terutama berbasis internet, telah mendorong laju perekonomian. Sebab lewat dunia maya, kini banyak orang yang berlomba-lomba menjajakan bisnisnya. Baik berupa jasa maupun barang. Pada 2013 saja, bisnis online telah meraup pemasukan sekitar Rp 5,1 triliun.
Mudahnya bertransaksi lewat internet pun membuat jumlah pemain di pasar ini kian meningkat. Hingga persaingan semakin ketat. Lantas apa yang harus Anda lakukan agar bisnis online tetap berjalan sukses?
Menurut praktisi bisnis online Tasya Mustika Putri (24), kunci agar usaha Anda berjalan sukses adalah kemampuan meraih kepercayaan konsumen. Sebab dalam bisnis online, pembeli tak dapat berinteraksi langsung dengan penjual. Pun tak bisa melihat atau menyentuh barang yang Anda tawarkan. Karena itu, tampilan situs serta layanan yang Anda berikan harus mampu meyakinkan dan memuaskan pelanggan.
Selanjutnya *
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Oktober 2014
Kiat Sukses di Bisnis Online
Label:
bisnis,
dunia maya,
internet,
kepercayaan,
ketat,
Kiat,
komunikasi,
memuaskan,
meyakinkan,
Online,
perekonimian,
persaingan,
sukses,
Tasya Mustika Putri,
teknologi
Minggu, 23 Februari 2014
Pasang Surut Bisnis Putra Sang Begawan
Kunci sukses Hashim cukup sederhana: menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan China.Dua bahasa itu merupakan bahasa yang sangat dasar di dunia bisnis. "Dulu mungkin bahasa Jepang, tapi dengan bangkitnya China maka bahasa Inggris dan China adalah bahasa paling dasar yang harus dikuasai bila ingin berbisnis," ujarnya.
Selain itu, seorang pebisnis juga harus menghargai waktu. "Tepat waktu adalah syarat mutlak. Dengan tepat waktu orang akan lebih menghargai kita," pesannya.
Tak kalah pentingnya adalah belajar pengetahuan dasar bisnis, seperti akutansi dan pembukuan. Menurutnya, pebisnis harus tahu apakah bisnis itu akan menghasilkan untung atau merugi. "Dasar saja, namun penting untuk mengerti itu," ujarnya. Sumber *
Label:
akuntansi,
bahasa asing,
bisnis,
China,
Inggris,
kunci,
Pasang surut,
pembukuan,
pengetahuan dasar bisnis,
putra,
rugi,
Sang Begawan,
sukses,
untung
Pilih Yang Menghasilkan
Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah. Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekarjaan apapun yang diterima, sering kali dia tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya pensiun dia tidak berubah pekerjaan.
Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalau Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalau Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.
Jadi No. 1 didalam hidup memilih bisnis ini kita harus pilih goal - goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal apapun, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari goal - goal tadi kira - kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?
Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalau Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalau Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.
Jadi No. 1 didalam hidup memilih bisnis ini kita harus pilih goal - goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal apapun, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari goal - goal tadi kira - kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?
Label:
biaya,
bisnis,
delegasikan,
Goal,
kapan,
Madonna,
mencari yang mudah,
menghasilkan,
Michael Jordan,
paling mudah,
pekerjaan,
Pilih,
suka,
Tung Desem Waringin
Jumat, 21 Februari 2014
Pensiun dari IBM, Taufan Sukses Bisnis Micrafinance (3)
Sistem ini membuat kontrol penyaluran maupun pembayaran kredit lebih kuat. Pengawasan dalam kelompok ini berguna untuk mengedukasi para anggota agar memiliki rasa keterikatan yang kuat, semangat tolong menolong sekaligus rasa tanggung jawab. Bila sebuah kelompok bisa mengembalikan pinjaman tepat waktu secara berkala, maka Amartha siap memberikan pinjaman dengan jumlah lebih besar secara berjenjang.
Cara ini bukan hanya meminimalisir risiko gagal bayar, tapi juga bisa menjadi kampanye word of mouth bagi Amartha. Ketika satu kelompok bisa berjalan dengan baik dan tidak ada masalah dalam kelompok tersebut, maka akan menarik orang lain untuk mengikuti cara ini dan bergabung menjadi nasabah Amartha.
Nilai tambah yang diberikan oleh Amartha adalah edukasi kepada para nasabah. Amartha selalu memberikan konsultasi dan edukasi kepada nasabah. Misalnya mereka meminjam untuk usaha, Amartha akan membantu memberikan solusi uang itu untuk usaha apa.
“Intinya Amartha membuka peluang bagi para ibu-ibu untuk berkreasi dan mengembangkan kemampuannya dalam berwirausaha, tapi terbatas dalam masalah modal dengan sistem pinjaman tanpa jaminan,” ucap Andi.
Kerja keras Andi terbayar sudah saat ini. Bukan hanya jumlah nasabah yang bertambah, bermacam penghargaan pun mereka terima. Ia beberapa kali mendapat penghargaan seperti Finalis Indonesia MDGs Awards, Finalis IPA Social Innovations and Enterpreneurship (Solve) Award, Penerima SATU Indonesia Award, Finalis Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), Penerima Ashoka Young Change Makers Awards, dan terakhir Muda Berkarya. Sumber *
Cara ini bukan hanya meminimalisir risiko gagal bayar, tapi juga bisa menjadi kampanye word of mouth bagi Amartha. Ketika satu kelompok bisa berjalan dengan baik dan tidak ada masalah dalam kelompok tersebut, maka akan menarik orang lain untuk mengikuti cara ini dan bergabung menjadi nasabah Amartha.
Nilai tambah yang diberikan oleh Amartha adalah edukasi kepada para nasabah. Amartha selalu memberikan konsultasi dan edukasi kepada nasabah. Misalnya mereka meminjam untuk usaha, Amartha akan membantu memberikan solusi uang itu untuk usaha apa.
“Intinya Amartha membuka peluang bagi para ibu-ibu untuk berkreasi dan mengembangkan kemampuannya dalam berwirausaha, tapi terbatas dalam masalah modal dengan sistem pinjaman tanpa jaminan,” ucap Andi.
Kerja keras Andi terbayar sudah saat ini. Bukan hanya jumlah nasabah yang bertambah, bermacam penghargaan pun mereka terima. Ia beberapa kali mendapat penghargaan seperti Finalis Indonesia MDGs Awards, Finalis IPA Social Innovations and Enterpreneurship (Solve) Award, Penerima SATU Indonesia Award, Finalis Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI), Penerima Ashoka Young Change Makers Awards, dan terakhir Muda Berkarya. Sumber *
Label:
bergabung,
bisnis,
edukasi,
IBM,
konsultasi,
menarik orang lain,
Micrafinance,
penghargaan,
pensiun,
pinjaman,
risiko gagal,
solusi,
sukses,
Taufan,
tepat waktu
Pensiun dari IBM, Taufan Sukses Bisnis Micrafinance (2)
Menurut keluarganya Andi seolah turun kelas dengan merintis usaha ini.
Dari gedung perkantoran elit Jakarta, tiba-tiba dia harus “bergerilya”
turun ke sawah atau ke pasar tradisional. Namun, akhirnya dia bisa
meyakinkan keluarganya.
Niat dan kerja keras Andi akhirnya berbuah manis kemudian. Bermodal awal Rp 10juta dan hanya memiliki 5 nasabah, sekarang nasabahnya berlipat hingga seribu kali.
Dengan plafon pinjaman pertama Rp 1 juta, terbayang berapa omzet Amartha sekarang. Andi sendiri tak mau membuka berapa omzet total Amartha. Tapi dengan menghitung plafon pinjaman dan jumlah nasabah, jumlahnya pasti sudah mencapai miliaran rupiah.
Saat ini Amartha sudah memiliki lima cabang. Selain di Ciseeng, Amartha memiliki cabang di Tenjo, Jasinga, Bojong Gede dan Kemang. Saat ini Amartha sudah memilii 40 karyawan. Sebuah pencapaian yang luar biasa dilihat dari usia perusahaan yang belum terlalu lama.
Salah satu kunci penting Andi dan Amartha dalam mencapai sukses seperti sekarang ini adalah pemberdayaan komunitas. Sejak awal Amartha menetapkan target nasabah mereka adalah ibu-ibu dan itu masih berlaku sampai sekarang. Selain menetapkan targetnya ibu-ibu, Amartha menetapkan sistem komunitas dalam mengembangkan bisnisnya.
Para nasabah di Amartha tidak diminta untuk mengagunkan barangnya, tapi harus ikut dalam kelompok nasabah. Setiap kelompok terdiri dari 12 ibu-ibu dan dari 12 anggota tersebut dipilih seorang koordinator.
Koordinator tersebut bertugas mengontrol perputaran uang di kelompoknya. Jika ada salah satu anggota kelompok yang saat itu kekurangan biaya untuk membayar pinjaman, anggota lain akan patungan membantu orang tersebut dengan konsekuensi yang mereka tentukan sendiri. Sumber *
Niat dan kerja keras Andi akhirnya berbuah manis kemudian. Bermodal awal Rp 10juta dan hanya memiliki 5 nasabah, sekarang nasabahnya berlipat hingga seribu kali.
Dengan plafon pinjaman pertama Rp 1 juta, terbayang berapa omzet Amartha sekarang. Andi sendiri tak mau membuka berapa omzet total Amartha. Tapi dengan menghitung plafon pinjaman dan jumlah nasabah, jumlahnya pasti sudah mencapai miliaran rupiah.
Saat ini Amartha sudah memiliki lima cabang. Selain di Ciseeng, Amartha memiliki cabang di Tenjo, Jasinga, Bojong Gede dan Kemang. Saat ini Amartha sudah memilii 40 karyawan. Sebuah pencapaian yang luar biasa dilihat dari usia perusahaan yang belum terlalu lama.
Salah satu kunci penting Andi dan Amartha dalam mencapai sukses seperti sekarang ini adalah pemberdayaan komunitas. Sejak awal Amartha menetapkan target nasabah mereka adalah ibu-ibu dan itu masih berlaku sampai sekarang. Selain menetapkan targetnya ibu-ibu, Amartha menetapkan sistem komunitas dalam mengembangkan bisnisnya.
Para nasabah di Amartha tidak diminta untuk mengagunkan barangnya, tapi harus ikut dalam kelompok nasabah. Setiap kelompok terdiri dari 12 ibu-ibu dan dari 12 anggota tersebut dipilih seorang koordinator.
Koordinator tersebut bertugas mengontrol perputaran uang di kelompoknya. Jika ada salah satu anggota kelompok yang saat itu kekurangan biaya untuk membayar pinjaman, anggota lain akan patungan membantu orang tersebut dengan konsekuensi yang mereka tentukan sendiri. Sumber *
Label:
40 karyawan,
agunan,
bisnis,
IBM,
kelompok nasabah,
koordinator,
kunci penting,
lim acabang,
mengontrol,
Micrafinance,
omset,
pasar tradisional,
patungan,
pensiun,
Rp 10 juta,
sukses,
Taufan,
turun kelas
Pensiun dari IBM, Taufan Sukses Bisnis Micrafinance (1)
Jakarta -Hampir setiap sarjana pasti membayangkan bakal bekerja di perusahaan terkemuka, khususnya yang berembel-embel multinasional. Hal itu juga yang sudah dilakukan oleh Andi Taufan Garuda Putra selepas lulus dari jurusan Manajemen Bisnis ITB pada 2008. Andi pun kemudian masuk sebagai karyawan perusahaan multinasional yang diminati banyak anak muda Indonesia, IBM.
Tapi ternyata niat Andi terbilang unik ketika bergabung dengan IBM. Ia bukan ingin mengejar prestise bekerja di perusahaan multinasional. Andi sedari awal bergabung justru ingin 'mencuri' ilmu dari perusahaan yang sudah berdiri sejak 1911 ini, khususnya soal manajemen. Ya, dari kuliah Andi ingin mempunyai usaha sendiri.
Dua tahun Andi bekerja di IBM, ia kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri (resign) dari kantornya tersebut pada 2009. Selepas mengundurkan diri Andi mendirikan lembaga keuangan mikro bernama Amartha Microfinance di daerah Ciseeng, Bogor.
Bukan tanpa alasan Andi memilih daerah tersebut. Di pinggiran Bogor ini banyak masyarakat kelas bawah yang tak tersentuh lembaga keuangan modern yaitu bank.
Selain berbisnis, Andi mempunyai tujuan membantu golongan menengah ke bawah di daerah Ciseeng agar terbebas dari rentenir. Dalam sebuah perjalanan pada 2008 dia melihat rakyat kurang mampu di daerah Ciseeng yang bekerja sebagai petani maupun pedagang kecil banyak yang berutang kepada rentenir yang menerapkan bunga tinggi yang di kemudian hari justru menjadi masalah baru, karena mereka kesulitan untuk melunasi utang kepada rentenir.
Dengan modal tabungannya ia pun memulainya dengan meminjamkan dana lunak kepada lima orang peminjam. Seiring berjalannya waktu Andi pun mulai menemukan titik temu menjalankan usaha lembaga simpan pinjam ini. Berawal dari lima orang tersebut, Amartha sekarang sudah memiliki 5.000 nasabah.
Tapi bukan perkara mudah bagi Andi untuk memulai usaha ini. Pertama, ketika dia mengutarakan kepada keluarga, mereka tidak menyetujui rencana Andi ini. Sumber *
Tapi ternyata niat Andi terbilang unik ketika bergabung dengan IBM. Ia bukan ingin mengejar prestise bekerja di perusahaan multinasional. Andi sedari awal bergabung justru ingin 'mencuri' ilmu dari perusahaan yang sudah berdiri sejak 1911 ini, khususnya soal manajemen. Ya, dari kuliah Andi ingin mempunyai usaha sendiri.
Dua tahun Andi bekerja di IBM, ia kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri (resign) dari kantornya tersebut pada 2009. Selepas mengundurkan diri Andi mendirikan lembaga keuangan mikro bernama Amartha Microfinance di daerah Ciseeng, Bogor.
Bukan tanpa alasan Andi memilih daerah tersebut. Di pinggiran Bogor ini banyak masyarakat kelas bawah yang tak tersentuh lembaga keuangan modern yaitu bank.
Selain berbisnis, Andi mempunyai tujuan membantu golongan menengah ke bawah di daerah Ciseeng agar terbebas dari rentenir. Dalam sebuah perjalanan pada 2008 dia melihat rakyat kurang mampu di daerah Ciseeng yang bekerja sebagai petani maupun pedagang kecil banyak yang berutang kepada rentenir yang menerapkan bunga tinggi yang di kemudian hari justru menjadi masalah baru, karena mereka kesulitan untuk melunasi utang kepada rentenir.
Dengan modal tabungannya ia pun memulainya dengan meminjamkan dana lunak kepada lima orang peminjam. Seiring berjalannya waktu Andi pun mulai menemukan titik temu menjalankan usaha lembaga simpan pinjam ini. Berawal dari lima orang tersebut, Amartha sekarang sudah memiliki 5.000 nasabah.
Tapi bukan perkara mudah bagi Andi untuk memulai usaha ini. Pertama, ketika dia mengutarakan kepada keluarga, mereka tidak menyetujui rencana Andi ini. Sumber *
Label:
Amartha Microfinance,
bisnis,
IBM,
ITB,
Manajemen Bisnis,
masyarakt kelas bawah,
mencuri,
Micrafinance,
pedagang,
pensiun,
petani,
prestige,
resign,
sukses,
Taufan Garuda Putra
Senin, 27 Januari 2014
Mau Mulai Bisnis? Ini Tipsnya
Memulai bisnis bukanlah tanpa tantangan, tetapi menjadi bos bagi diri sendiri dan melakukan apa yang disenangi akan sangat luar biasa.
Jika Anda ingin memulai bisnis, tips berikut dapat membantu anda, mulai dari ide usaha hingga membangun brand Anda sendiri.
1. Tuangkan ide. Setiap bisnis baru dimulai dari ide.
Buatlah daftar bisnis yang Anda pikir bisa Anda mulai. Anda bisa memulai bisnis berbasis rumahan atau berbasis internet. Opsi lain adalah bisnis waralaba. Bila Anda memilih bisnis ini, konsep, merek, dan model bisnis sudah ada. Yang Anda butuhkan adalah lokasi strategis dan keperluan lainnya untuk menjalankan bisnis.
Jika Anda ingin memulai bisnis, tips berikut dapat membantu anda, mulai dari ide usaha hingga membangun brand Anda sendiri.
1. Tuangkan ide. Setiap bisnis baru dimulai dari ide.
Buatlah daftar bisnis yang Anda pikir bisa Anda mulai. Anda bisa memulai bisnis berbasis rumahan atau berbasis internet. Opsi lain adalah bisnis waralaba. Bila Anda memilih bisnis ini, konsep, merek, dan model bisnis sudah ada. Yang Anda butuhkan adalah lokasi strategis dan keperluan lainnya untuk menjalankan bisnis.
Rabu, 20 November 2013
Empat Cara Mendapatkan Uang
Banyak cara umum untuk mendapatkan uang agar menjadi kaya. Menghasilkan uang melalui bisnis atau pekerjaan yang Anda jalani sekarang sebaiknya mengikuti empat cara berikut.
Menurut Robert Kiyosaki ada 4 kuadran yang melambangkan bagaimana cara mendapatkan uang bagi sekelompok orang, secara berurutan, sebagai berikut:
1. Employee
2. Self-employee
3. Investor
4. Business Owner
Menurut Robert Kiyosaki ada 4 kuadran yang melambangkan bagaimana cara mendapatkan uang bagi sekelompok orang, secara berurutan, sebagai berikut:
1. Employee
2. Self-employee
3. Investor
4. Business Owner
Employee dan Self-employee berada di sisi kiri, sedangkan Investor dan Business Owner berada di sisi kanan.
Employee dan Self-employee adalah orang- orang yang mengutamakan keamanan. Business owner dan Investor adalah orang - orang yang mengutamakan kebebasan.
Perbedaan antara Self-employee dengan Business Owner adalah Self-employee tidak bisa ditinggal dan selalu memerlukan orang tersebut.
Sedangkan ciri – ciri True Business Owner adalah walau ditinggal pemiliknya selama satu tahun, bisnisnya tetap menguntungkan dan berkembang. Orang bisa kaya dan miskin di empat kuadran tersebut.
Apabila Employee dan Self-employee sakit maka income akan terganggu. Sedangkan pemilik bisnis dan investor, bisnis dan investasinya menjadi asset yang terus menghasilkan pemasukan dengan atau tanpa bekerja.
Semua orang yang mempunyai rekening di bank boleh dikatakan investor, karena simpanan di bank akan menghasilkan bunga. Namun menurut Robert Kiyosaki menabung di bank adalah investasi yang paling menyedihkan. Kenapa? Seperti kondisi saat ini bunga bank hanya sekitar 5 – 6%, sedangkan inflasi sekitar 7%, jadi sebenarnya uangnya akan berkurang bukan bertambah.
Menurut Robert Kiyosaki rata-rata orang kaya memperoleh 70% dari sisi kanan kuadran plus 30% dari sisi kiri. Tidak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang, mereka akan merasa lebih aman jika beroperasi di lebih dari satu kuadran.
Keamanan finansial berarti mempunyai pijakan yg kuat di kedua sisi kuadran. Jalan yang disarankan oleh Robert Kiyosaki baik dari E ataupun S lebih baik kita masuk ke B lebih dahulu karena pengalaman dan pendidikan dan cashflow. Jika sukses sebagai seorang B maka kita akan mendapatkan kesempatan menjadi I yang kuat, karena I akan menambah uangnya di B.
Karena sudah pernah menjadi B maka kita bisa mengenali B yang lain yang lebih bagus. Sangat beresiko berinvestasi pada seorang E atau S yang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah sistem dengan produk atau yang tidak mempunyai ketrampilan kepemimpinan yang baik.
Jika memiliki bisnis yang berjalan dengan baik maka kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadran I dengan baik.
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin *
Employee dan Self-employee adalah orang- orang yang mengutamakan keamanan. Business owner dan Investor adalah orang - orang yang mengutamakan kebebasan.
Perbedaan antara Self-employee dengan Business Owner adalah Self-employee tidak bisa ditinggal dan selalu memerlukan orang tersebut.
Sedangkan ciri – ciri True Business Owner adalah walau ditinggal pemiliknya selama satu tahun, bisnisnya tetap menguntungkan dan berkembang. Orang bisa kaya dan miskin di empat kuadran tersebut.
Apabila Employee dan Self-employee sakit maka income akan terganggu. Sedangkan pemilik bisnis dan investor, bisnis dan investasinya menjadi asset yang terus menghasilkan pemasukan dengan atau tanpa bekerja.
Semua orang yang mempunyai rekening di bank boleh dikatakan investor, karena simpanan di bank akan menghasilkan bunga. Namun menurut Robert Kiyosaki menabung di bank adalah investasi yang paling menyedihkan. Kenapa? Seperti kondisi saat ini bunga bank hanya sekitar 5 – 6%, sedangkan inflasi sekitar 7%, jadi sebenarnya uangnya akan berkurang bukan bertambah.
Menurut Robert Kiyosaki rata-rata orang kaya memperoleh 70% dari sisi kanan kuadran plus 30% dari sisi kiri. Tidak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang, mereka akan merasa lebih aman jika beroperasi di lebih dari satu kuadran.
Keamanan finansial berarti mempunyai pijakan yg kuat di kedua sisi kuadran. Jalan yang disarankan oleh Robert Kiyosaki baik dari E ataupun S lebih baik kita masuk ke B lebih dahulu karena pengalaman dan pendidikan dan cashflow. Jika sukses sebagai seorang B maka kita akan mendapatkan kesempatan menjadi I yang kuat, karena I akan menambah uangnya di B.
Karena sudah pernah menjadi B maka kita bisa mengenali B yang lain yang lebih bagus. Sangat beresiko berinvestasi pada seorang E atau S yang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah sistem dengan produk atau yang tidak mempunyai ketrampilan kepemimpinan yang baik.
Jika memiliki bisnis yang berjalan dengan baik maka kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadran I dengan baik.
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin *
Label:
bisnis,
Business Owner,
cara,
empat,
Employee,
Investor,
kaya,
kuadran,
Mendapatkan,
pekerjaan,
Robert Kiyosaki,
Self-employee,
sisi kanan,
sisi kiri,
uang
Selasa, 22 Oktober 2013
Komponen Penting Dalam Bisnis
Bisnis bisa berjalan, berkembang, maju pesat tanpa pemimpin (owner). Ada komponen penting yang dibutuhkan untuk membangun bisnis yang sukses tanpa owner.
Komponen yang menjadikan bisnis berjalan tanpa Owner
Banyak diantara Anda yang mengimpikan bisnis berjalan tanpa adanya pemimpin (owner). Bisnis yang berjalan tanpa adanya owner yang terlibat didalamnya. Ada beberapa komponen yang harus Anda dalam bisnis tersebut, seperti
Sistem
Ini yang harus lebih utama, adanya sistem yang owner tidak terkait dalam sistem tersebut, seperti
a. Sistem marketing
Anda harus mempunyai tim marketing yang tanpa Anda, setting tim marketing yang sudah ahli atau undang trainer untuk membuat tim sales lebih dahsyat
b. Sistem kontrol
Anda pegang kontrolnya, mulai dari keuangannya, produksi. Yang hanya Anda terima berupa laporan-laporan
c. Sistem SDM
Buat sistem atau kriteria dalam sistem rekrut Anda, agar SDM mempunyai keterampilan yang sudah ahli dibidangnya.
Manusia
Ini lah yang paling penting. Karena dalam sistem dan teknologi, manusia lah yang menjalaninya. Ada 3 yang harus ada didalam orang yang akan Anda rekrut tersebut, seperti :
a. Passion
Semangat, bergairah ini yang harus ada. Semangat kerja yang harus ada dalam bisnis tersebut
b. Integrity
Ini harus lebih ditonjolkan, integrity atau kepercayaan. Bagaimana kalau orang tersebut tidak jujur. Harus mempunyai integrity
c. Skill
Pengetahuan yang luas, ini juga perlu.
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin *
Komponen yang menjadikan bisnis berjalan tanpa Owner
Banyak diantara Anda yang mengimpikan bisnis berjalan tanpa adanya pemimpin (owner). Bisnis yang berjalan tanpa adanya owner yang terlibat didalamnya. Ada beberapa komponen yang harus Anda dalam bisnis tersebut, seperti
Sistem
Ini yang harus lebih utama, adanya sistem yang owner tidak terkait dalam sistem tersebut, seperti
a. Sistem marketing
Anda harus mempunyai tim marketing yang tanpa Anda, setting tim marketing yang sudah ahli atau undang trainer untuk membuat tim sales lebih dahsyat
b. Sistem kontrol
Anda pegang kontrolnya, mulai dari keuangannya, produksi. Yang hanya Anda terima berupa laporan-laporan
c. Sistem SDM
Buat sistem atau kriteria dalam sistem rekrut Anda, agar SDM mempunyai keterampilan yang sudah ahli dibidangnya.
Teknologi
Teknologi harus ada dalam bisnis, teknologi seperti apa yang harus ada :
a. Mudah
Teknologi yang mendukung dalam bisnis haruslah mudah, jangan sampai teknologi membuat Anda susah. Ini akan manjadi penghambat dalam bisnis Anda.
b. Cepat
Selain mudah harus cepat, sehingga proses kerja akan lebih efisien dalam waktu
c. Akurat
Selain mudah dan cepat harus juga akurat.
Teknologi harus ada dalam bisnis, teknologi seperti apa yang harus ada :
a. Mudah
Teknologi yang mendukung dalam bisnis haruslah mudah, jangan sampai teknologi membuat Anda susah. Ini akan manjadi penghambat dalam bisnis Anda.
b. Cepat
Selain mudah harus cepat, sehingga proses kerja akan lebih efisien dalam waktu
c. Akurat
Selain mudah dan cepat harus juga akurat.
Manusia
Ini lah yang paling penting. Karena dalam sistem dan teknologi, manusia lah yang menjalaninya. Ada 3 yang harus ada didalam orang yang akan Anda rekrut tersebut, seperti :
a. Passion
Semangat, bergairah ini yang harus ada. Semangat kerja yang harus ada dalam bisnis tersebut
b. Integrity
Ini harus lebih ditonjolkan, integrity atau kepercayaan. Bagaimana kalau orang tersebut tidak jujur. Harus mempunyai integrity
c. Skill
Pengetahuan yang luas, ini juga perlu.
Semoga bermanfaat,
Tung Desem Waringin *
Rabu, 09 Oktober 2013
Jenis Hutang yang Bisa Membuat Anda tambah Kaya
Membayar hutang dengan mudah ada caranya, bahkan membuat Anda semakin kaya. Hutang mobil, rumah atau apapun perhatikanlah jenis-jenis hutang berikut.
Setiap kali berhutang uang kepada seseorang, kau menjadi pegawai uang mereka.
(Robert T. Kiyosaki)
Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah selalu buruk. Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah bisa membuat kita menikmati kenikmatan yang tadinya tidak terjangkau. Robert Kiyosaki dengan tajam menjelaskan tentang hutang yang baik dan hutang yang buruk.
Hutang yang baik adalah hutang yang dibayarkan orang lain untuk kamu. Hutang yang buruk adalah hutang yang kamu bayar dengan keringat serta darah kamu sendiri.
Kalau seseorang mengambil pinjaman berjangka waktu 20 tahun maka dia akan menjadi pegawai selama 20 tahun. Dan tidak seperti bekerja di kantor, mereka tidak memberinya jam emas ketika hutangnya lunas atau dia pensiun.
Apakah hutang untuk bisnis (modal kerja, investasi,dll) = baik, sedangkan hutang konsumtif (beli mobil, rumah, tour keluar negeri) = jelek? Dua-dua jawabannya adalah belum tentu.
Dari definisi Robert Kiyosaki diatas, hutang bisnis bisa jadi jelek bila kita sendiri yang harus berkeringat dan mandi darah untuk membayarnya.
Hutang bisnis menjadi baik ketika kita mempunyai sistem dan team/orang yang membayar. Demikian juga ayah kaya dari Robert Kiyosaki sangat menyukai properti sewaan. Ia mendorong Robert Kiyosaki untuk mempunyai properti sewaan karena bank memberi pinjaman dan yang membayar adalah penyewa properti.
Banyak orang menganggap bahwa jurus Robert Kiyosaki yang ini tidak dapat dipraktekkan di Indonesia, tapi saya pribadi melihat banyak pengusaha yang menggunakan jurus ini. Mulai dari pengusaha kecil seperti pengusaha mesin fotocopy yang membuka cabang fotocopy, salon, yang mempunyai sistem dan team yang bekerja untuk mereka. Sedemikian sehingga sistem dan team yang membayar hutang bisnis dan properti yang ditempatinya. Demikian juga pengusaha besar seperti Bank, Hotel, Mall, melakukan dengan cara yang sama.
Hutang konsumtif bisa baik ketika kita sudah mempunyai pasif income atau peternakan uang yang membayarnya. Jadi boleh saja kita mempunyai hutang rumah, mobil, selama penghasilan kita dari Bisnis dan Investasi (sisi kanan cashflow kuadrant) lebih dari cukup untuk membayarnya.
Pasti bermanfaat untuk Anda yang dahsyat,
Tung Desem Waringin *
Setiap kali berhutang uang kepada seseorang, kau menjadi pegawai uang mereka.
(Robert T. Kiyosaki)
Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah selalu buruk. Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah bisa membuat kita menikmati kenikmatan yang tadinya tidak terjangkau. Robert Kiyosaki dengan tajam menjelaskan tentang hutang yang baik dan hutang yang buruk.
Hutang yang baik adalah hutang yang dibayarkan orang lain untuk kamu. Hutang yang buruk adalah hutang yang kamu bayar dengan keringat serta darah kamu sendiri.
Kalau seseorang mengambil pinjaman berjangka waktu 20 tahun maka dia akan menjadi pegawai selama 20 tahun. Dan tidak seperti bekerja di kantor, mereka tidak memberinya jam emas ketika hutangnya lunas atau dia pensiun.
Apakah hutang untuk bisnis (modal kerja, investasi,dll) = baik, sedangkan hutang konsumtif (beli mobil, rumah, tour keluar negeri) = jelek? Dua-dua jawabannya adalah belum tentu.
Dari definisi Robert Kiyosaki diatas, hutang bisnis bisa jadi jelek bila kita sendiri yang harus berkeringat dan mandi darah untuk membayarnya.
Hutang bisnis menjadi baik ketika kita mempunyai sistem dan team/orang yang membayar. Demikian juga ayah kaya dari Robert Kiyosaki sangat menyukai properti sewaan. Ia mendorong Robert Kiyosaki untuk mempunyai properti sewaan karena bank memberi pinjaman dan yang membayar adalah penyewa properti.
Banyak orang menganggap bahwa jurus Robert Kiyosaki yang ini tidak dapat dipraktekkan di Indonesia, tapi saya pribadi melihat banyak pengusaha yang menggunakan jurus ini. Mulai dari pengusaha kecil seperti pengusaha mesin fotocopy yang membuka cabang fotocopy, salon, yang mempunyai sistem dan team yang bekerja untuk mereka. Sedemikian sehingga sistem dan team yang membayar hutang bisnis dan properti yang ditempatinya. Demikian juga pengusaha besar seperti Bank, Hotel, Mall, melakukan dengan cara yang sama.
Hutang konsumtif bisa baik ketika kita sudah mempunyai pasif income atau peternakan uang yang membayarnya. Jadi boleh saja kita mempunyai hutang rumah, mobil, selama penghasilan kita dari Bisnis dan Investasi (sisi kanan cashflow kuadrant) lebih dari cukup untuk membayarnya.
Pasti bermanfaat untuk Anda yang dahsyat,
Tung Desem Waringin *
Label:
berkeringat,
Bisa,
bisnis,
cashflow kuadrant,
fotocopy,
Jenis Hutang,
kaya,
konsumtif,
mandi darah,
Membuat,
pasif income,
peternakan uang,
properti sewaan,
Robert T. Kiyosaki,
salon,
sistem,
tambah
Senin, 30 September 2013
Cara Fokus dalam Bisnis Anda
Menjalani bisnis dengan fokus akan membantu meraih keinginan untuk menjadi kaya. Bagaimana cara agar fokus? berani mengambil risiko?
Menurut Robert Kiyosaki orang-orang yang seimbang tidak melangkah kemanapun. Mereka tetap disatu titik. Jika Anda melihat seseorang yang sukses, pada awalnya mereka tidak seimbang. Untuk membuat kemajuan, Anda pertama-tama harus membuat jadi tidak seimbang. Lihatlah bagaimana Anda berjalan untuk maju, pertama berat badan anda kedepan dan tidak seimbang, baru Anda bisa maju.
Thomas Edison tidak seimbang. Dia fokus. Bill Gates tidak seimbang. Dia focus. Donald Trump fokus. George Soros fokus, George Patton tidak membawa tank-tanknya menjauh. Dia memfokuskan mereka dan meledak di titik-titik lemah dalam perbentengan Jerman.
Jika Anda mempunyai hasrat apapun untuk menjadi kaya, Anda harus fokus. Taruh banyak telur Anda dalam satu keranjang. Jangan melakukan apa yang dilakukan oleh orang miskin dan kelas menengah, menaruh telur mereka yang sedikit kedalam banyak keranjang. Jika Anda berumur 25 tahun lebih dan sangat ngeri untuk mengambil risiko, jangan berubah mainkanlah dengan aman, lakukan investasi yang seimbang tapi mulailah sejak dini. Mulailah mengumpulkan sarang telur anda sejak dini. Karena kalau kita seimbang, hal ini membutuhkan waktu.
Saya pribadi menyarankan investasi berisiko saya sesuaikan dengan umur dan tingkat keberanian mengambil risiko.
Contoh :
Bila kita umur 30 Th dengan tingkat keberanian ambil risiko “Berani/agresif” maka alokasi investasi kita 20% masuk deposito/reksadana pendapatan tetap/emas. 40% masuk ke reksadana campuran (50% pendapatan tetap, 50% saham) atau ke properti. 40% masuk ke saham.
Sedang semisal umur 70 Th sudah pasti walau kita termasuk orang “agresif/berani” kita tidak diharapkan ambil risiko terlalu besar. Minimal 50% investasi kita harus masuk yang aman. Maksimal 25% masuk ke “sedang” dan Maksimal 25% masuk ke “cepat”.
Berinvestasilah sesuai dengan umur dan keberanian anda mengambil risiko, tapi tetaplah berinvestasi. Dan investasi pertama yang paling penting adalah investasi ke dalam pendidikan anda bagaimana cara bisnis dan berinvestasi.
Menurut Robert Kiyosaki orang-orang yang seimbang tidak melangkah kemanapun. Mereka tetap disatu titik. Jika Anda melihat seseorang yang sukses, pada awalnya mereka tidak seimbang. Untuk membuat kemajuan, Anda pertama-tama harus membuat jadi tidak seimbang. Lihatlah bagaimana Anda berjalan untuk maju, pertama berat badan anda kedepan dan tidak seimbang, baru Anda bisa maju.
Thomas Edison tidak seimbang. Dia fokus. Bill Gates tidak seimbang. Dia focus. Donald Trump fokus. George Soros fokus, George Patton tidak membawa tank-tanknya menjauh. Dia memfokuskan mereka dan meledak di titik-titik lemah dalam perbentengan Jerman.
Jika Anda mempunyai hasrat apapun untuk menjadi kaya, Anda harus fokus. Taruh banyak telur Anda dalam satu keranjang. Jangan melakukan apa yang dilakukan oleh orang miskin dan kelas menengah, menaruh telur mereka yang sedikit kedalam banyak keranjang. Jika Anda berumur 25 tahun lebih dan sangat ngeri untuk mengambil risiko, jangan berubah mainkanlah dengan aman, lakukan investasi yang seimbang tapi mulailah sejak dini. Mulailah mengumpulkan sarang telur anda sejak dini. Karena kalau kita seimbang, hal ini membutuhkan waktu.
Saya pribadi menyarankan investasi berisiko saya sesuaikan dengan umur dan tingkat keberanian mengambil risiko.
Contoh :
Bila kita umur 30 Th dengan tingkat keberanian ambil risiko “Berani/agresif” maka alokasi investasi kita 20% masuk deposito/reksadana pendapatan tetap/emas. 40% masuk ke reksadana campuran (50% pendapatan tetap, 50% saham) atau ke properti. 40% masuk ke saham.
Sedang semisal umur 70 Th sudah pasti walau kita termasuk orang “agresif/berani” kita tidak diharapkan ambil risiko terlalu besar. Minimal 50% investasi kita harus masuk yang aman. Maksimal 25% masuk ke “sedang” dan Maksimal 25% masuk ke “cepat”.
Berinvestasilah sesuai dengan umur dan keberanian anda mengambil risiko, tapi tetaplah berinvestasi. Dan investasi pertama yang paling penting adalah investasi ke dalam pendidikan anda bagaimana cara bisnis dan berinvestasi.
Sabtu, 27 Juli 2013
Gurih Bisnis Teripang Pas Ramadan, Sekali Panen Untun Rp 60 Juta!
Rembang -Teripang, binatang laut ini ternyata komoditas unggulan yang banyak peminatnya. Konsumennya tidak terbatas dari dalam negeri, tapi juga menjadi komoditas pasar impor, di antaranya Negara- Negara Asia Timur. Teripang, termasuk jenis inverebrata yang masuk dalam kelompok echinodermata dan kelas holothuroideo. Selama Ramadan, permintaan pasar cukup besar, menurut Dahlan, yang membuka usaha olahan Teripang di Rembang, naik dua kali lipat dari hari normal.
Dahlan (52), warga Desa Gegunung Wetan, Kota Rembang, merupakan pemain tunggal untuk memasok teripang ke Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya. Ia sudah menekuni usaha itu beberapa tahun terakhir ini, mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. "Barangnya semakin langka," kata Dahlan,(25/7). Untuk memperoleh teripang, Dahlan dipasok sejumlah nelayan dari Rembang, Jepara dan Batang. Sulaiman, misalnya, mampu memasok 300 ekor teripang setiap panen, yang biasa dilakukan setahun dua kali. "Sekali panen saya dapat penghasilan Rp 60 juta," kata Sulaiman, nelayan Jepara. Selanjutnya *
Dahlan (52), warga Desa Gegunung Wetan, Kota Rembang, merupakan pemain tunggal untuk memasok teripang ke Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya. Ia sudah menekuni usaha itu beberapa tahun terakhir ini, mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. "Barangnya semakin langka," kata Dahlan,(25/7). Untuk memperoleh teripang, Dahlan dipasok sejumlah nelayan dari Rembang, Jepara dan Batang. Sulaiman, misalnya, mampu memasok 300 ekor teripang setiap panen, yang biasa dilakukan setahun dua kali. "Sekali panen saya dapat penghasilan Rp 60 juta," kata Sulaiman, nelayan Jepara. Selanjutnya *
Label:
Asia Timur,
Batang,
binatang,
bisnis,
Dahlan,
dalam negeri,
echinodermata,
Gurih,
holothuroideo,
inverebrata,
Jepara,
langka,
laut,
Pas,
Ramadan,
Rembang,
Teripang,
unggulan
Kamis, 27 Juni 2013
Anita Kartikasari dr, Sp.A (Spesialis Anak), Gold Lion
Anita K dr, SpA bersama Henru SpB (suami)
Dokter Anita diperkenalkan bisnis Tianshi oleh adiknya, Silver Lion Hida dan Donny. Dulu dia berpikir MLM itu pekerjaannya orang 'nganggur' karena tidak diterima kerja dimana-mana terpaksa menjalankan MLM dan MLM adalah bisnisnya orang yang ingin kaya tetapi tidak mau bekerja.
Paradigma dia berubah setelah datang ke acara Vision Seminar. Dia melihat semua latar belakang bisa sukses di bisnis ini, dan banyak professional yang menjalankan bisnis ini dengan menggunakan waktu luangnya. [Lanjut Membaca!]
Paradigma dia berubah setelah datang ke acara Vision Seminar. Dia melihat semua latar belakang bisa sukses di bisnis ini, dan banyak professional yang menjalankan bisnis ini dengan menggunakan waktu luangnya. [Lanjut Membaca!]
Label:
anak,
Anita Kartikasari,
Bedah,
bisnis,
dokter,
Donny,
Gold Lion,
Henru,
Hida,
kaya,
MLM,
nganggur,
paradigma,
profesional,
Silver Lion,
Spesialis,
Vision Seminar
Senin, 17 Juni 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

