Tampilkan postingan dengan label insting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label insting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Siapa Yang Anda Pilih Untuk Ditiru?

Seperti halnya ulat-ulat baris, kita MANUSIA pun memiliki insting yang kuat untuk berkelompok. Oleh karena itu, kita pun dianggap sebagai PENIRU ULUNG. Untungnya, insting untuk berkelompok yang dimiliki manusia dibarengi dengan kemampuannya untuk BERPIKIR. Justru karena kita mampu berpikir dan menggunakan akal kita, maka kita bisa melakukan berbagai PILIHAN. Semenara ulat-ulat tadi, 100% hanya bergantung pada insting mereka.

Berbeda dengan ulat-ulat baris tadi , manusia bisa memilih untuk tidak masuk ke dalam suatu kelompok tertentu. Kita bisa memilih untuk BERHENTI meniru orang-orang yang menerapkan sistem, yang nantinya justru akan membawa kita menjadi orang-orang yang senang ber-HUTANG … senang ber-GANTUNG pada orang lain … PERAGU … bahkan meniru oarng-orang yang akan membawa kita kepada MASALAH YANG BESAR!
Sebaliknya, kita juga bisa memilih untuk memulai MENIRU orang-orang yang sistemnya membawa kita menuju ke keadaan yang SEJAHTERA & KAYA RAYA.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda seperti ulat-ulat baris yang secara MEMBABI-BUTA meniru pola sesama “ulat” di depan Anda, sampai akhirnya Anda menjadi mereka yang termasuk ke dalam golongan 95%, yakni orang-rang yang nantinya menjadi orang MISKIN … MELARAT … atau menggantungkan diri kepada tunjangan pemerintah?

Atau sebaliknya, Anda ingin KELUAR dari kelompok tersebut dan masuk ke dalam kelompok yang 5% dengan jalan meniru pola yang akan membawa Anda menuju kondis KAYA RAYA yang sesungguhnya.

Selanjutnya: Mengapa Kita harus Meniru Sistem Untuk Menciptakan Kekayaan?

Peniru Yang Ulung

Untuk memberi kesimpulan akhir dari tulisan yang membicarakan mengenai peniruan, sebaiknya penulis ceritakan pada Anda sebuah kisah tentang salah satu peniru ulung yang ada di alam ini. Yang akan kita bicarakan di sini adalah tentang perilaku khas Ulat Baris. Binatang kecil ini dinamakan demikian karena mempunyai kebiasaan yang sangat aneh. Yakni, mereka suka sekali berjalan beriringan dalam barisan yang amat rapi.

Ulat-ulat baris ini sangat ulung dalam hal meniru tindak-tanduk dari ulat-ulat yang ada di hadapannya. Bahkan bisa dikatakan, bahwa satu-satunya kemampuan yang dimiliki oleh ulat-ulat baris ini adalah meniru. Insting mereka untuk selalu berada dalam kelompok demikian kuatnya, sehingga mereka bisa terus berjalan dalam formasi yang sama sampai bermil-mil jauhnya.

Beberapa tahun yang lalu, seorang ilmuwan asal Perancis melakukan sebuah penelitian tak resmi. Tujuannya adalah untuk mengukur kekuatan insting berkelompok dari ulat-ulat baris ini. Caranya adalah dengan meletakkan beberapa ekor hewan tersebut di pinggiran sebuah pot bunga yang besar. Pot ini diisi penuh dengan makanan kesukaan mereka dan juga air bersih.

Benar saja, ulat-ulat itu mulai mengikuti ulat yang berada di posisi terdepan. Mereka mulai berjalan mengelilingi pot bunga itu. Mereka terus saja berkeliling sambil berbaris tanpa henti selama berjam-jam … bahkan … berhari-hari.

Yang mengherankan, padahal makanan dan air itu jaraknya hanya beberapa inci saja dari barisan ulat-ulat itu. Tetapi, insting mereka untuk mengikuti sesamanya begitu kuat, sehingga tak satupun dari mereka yang berniat melepaskan diri daribarisan. Setelah selama tujuh hari barisan itu berjalan tanpa henti, akhirnya semua ulat baris itu mati karena kelelahan.


//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//