Tampilkan postingan dengan label TUhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

Mulailah Evaluasi Keuangan Anda



“Until you can show that you can handle what you’ve got, you won’t get any more. The habit of managing your money is more important than the amount.”
Salam readers,

Saya sangat menyukai quote yang saya peroleh ketika belajar mengenai “money personality” beberapa tahun silam. Saya percaya, yang kita dapatkan di dunia ini akan disesuaikan dengan kapasitas diri kita. Saat ingin dapat lebih besar, sudahkah menjadi wadah yang juga lebih besar dibandingkan sebelumnya?

Sebagai ilustrasi, anak kita yang berusia lima tahun merengek minta es krim cone (bukan gelas) yang terdiri atas tiga scoops dengan rasa berbeda. Karena sayang, kita mengabulkan. Belum tuntas disantap, es krim terjatuh. Anak menangis minta gantinya.

Sadar akan kurangnya kemampuan dan kapasitas anak dalam memegang dan memakan es krim cone 3 tumpuk, apakah Anda akan membelikan yang sama atau menggantinya dengan ukuran lebih kecil sesuai kapasitasnya?

Sama halnya dengan uang. Saya percaya Tuhan mencukupkan atau melebihkan rezeki seseorang berdasarkan kapasitas yang dimilikinya. Sang Pemberi rezeki tidak akan menambah rezeki hingga yakin kita mampu menangani, mengelola, dan bertanggung jawab terhadap yang sudah ada.

Karena itulah, saat ingin mengubah kondisi finansial, Anda harus bisa mengevaluasi perilaku terhadap uang. Ingat, dalam mengelola uang, 80 persennya terkait dengan tingkah laku kita terhadap uang selama ini. Coba tengok, apa yang mesti diperbaiki dari kebiasaan terhadap uang.

Untuk mengevaluasi kondisi keuangan, mulailah dengan arus kas. Cek, pengeluaran selama ini, lebih banyak untuk kebutuhan atau keinginan. Kondisi rasio pengeluaran bulanan terhadap pendapatan juga perlu dievaluasi. Jika di bawah 70 persen, itu pertanda kondisi keuangan yang sehat.

Kemudian, perlu juga mengecek porsi tabungan dan investasi serta kondisi harta dibandingkan utang yang Anda miliki. Rasio berinvestasi terhadap total pendapatan sebaiknya di atas 15 persen. Di saat bersamaan, Anda pun harus bisa menjaga rasio utang terhadap total pendapatan yang harus di bawah 35 persen setiap bulan.

Pemeriksaan aset. Perlu diperiksa, apakah jumlah tabungan dana cadangan sudah mencapai 3-6 bulan pengeluaran?

Anda juga perlu mengevaluasi kinerja portofolio investasi guna mengetahui nilai aset bersih (real asset) saat ini dibanding awal tahun. Sebaiknya konsisten dengan jangka waktu tujuan finansial Anda. Simpan baik-baik hasrat ingin mencairkan.

Tak kalah pentingnya, periksa ulang tujuan finansial Anda. Dalam berbagai aspek, tujuan dalam kehidupan mengalami perubahan seiring perjalanan waktu.

Miliki jejak buku pencapaian tujuan Anda, seberapa banyak waktu tersisa. Hal ini terkait dengan perlu atau tidak melakukan penyesuaian porsi instrumen investasi berdasarkan risikonya.

Evaluasi merupakan langkah awal saat kita hendak membuat resolusi baru. Apakah kebiasaan terhadap sekarang patut dipertahankan atau perlu kebiasaan baru guna memperbaiki kondisi Anda.

Ingat, melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda hanya ilusi! Lakukan hal yang sama terus-menerus maka hasil yang Anda dapatkan akan selalu sama.

Have fun(d)!

To serenity



Dwita Ariani, MM, RFA, RIFA

Twitter: @BundaWita
Financial educator dari Zelts Consulting

Jumat, 06 September 2013

"Dedication of Life" karya Soekarno yang Dibacakan Jokowi

Saya adalah manusia biasa. Saya dus tidak sempurna. Sebagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada Bangsa. Itulah Dedication of Life ku.

Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafaf hidupku, dan menghikmati serta menjadi bekal hidup dalam seluruh gerak hidupku. Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini, saya merasakan hidupku bahagia dan manfaat

Soekarno 10 September 1966.

Sabtu, 27 Juli 2013

Pesan Chairul Tanjung untuk GP Ansor: Kerja Keras & Kerja Cerdas Kunci Sukses

Jakarta - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) bersilaturahim ke kantor Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang juga Pemimpin CT Corp, Chairul Tanjung. Pemimpin GP Ansor se-Indonesia mendapat sejumlah wejangan kunci sukses.

"Jangan pernah berpikir mendapat sesuatu secara instan. Saya butuh waktu 32 tahun untuk melakukan ini semua," kata Chairul disambut tepuk tangan hadirin.

Hal ini disampaikan Chairul saat memberikan pembekalan kepada seratusan pengurus GP Ansor se-Indonesia di Auditorium Menara Bank Mega, Kawasan Terpadu CT Corp, Jakarta, Senin (14/1/2013).

Chairul menekankan agar kader muda GP Ansor bekerja keras. Dia mencontohkan bagaimana upayanya bekerja keras di masa muda hingga bisa sukses seperti sekarang ini.

"Anda tidak pernah mungkin sukses kalau tidak bekerja keras. Saya ini bekerja keras sekali. Saya setiap hari pulang paling malam kecuali office boy yang menjaga saya," kata Chairul.

"Waktu masih muda saya bekerja 18 jam sehari, Sabtu dan Minggu saya tidak berhenti. Sekarang saya kerja 14 jam sehari, Sabtu/Minggu kalau tidak perlu-perlu saya tidak kerja. Karena saya perlu kasih waktu ke keluarga," kata Chairul.

Chairul juga menekankan perlunya bekerja cerdas. Semakin bekerja efektif maka generasi muda bisa sukses lebih cepat.

"Jadi saya butuh waktu 32 tahun unsuk seperti sekarang. Maka orang butuh waktu 32x8, 256 tahun, tidak ada orang berusia segitu. Jadi intinya tanpa kerja keras dan kerja cerdas imposible orang bisa sukses," ingatnya.

Dalam bekerja keras, Chairul juga tak pernah membayangkan apa yang akan dia raih. Dia mempercayakan setiap kerja keras selalu ada hasilnya, dan semua ditentukan Tuhan.

"Hasil akhir itu kita serahkan kepada yang diatas. Hasil jangan dihitung-hitung, diserahkan kepada yang diatas. Jangan dihitung-hitung, god mechanism. Sumber *

Sabtu, 01 Juni 2013

Keyakinan (4)

Apalagi hidup di zaman modern yang penuh dengan persaingan yang ketat antara satu dengan lainnya. Tidak mudah bagi seseorang untuk meraih kesuksesan dan kekayaan karena peluang seakan semakin sempit disebabkan lebih banyak orang yang ingin meraihnya. Di sinilah keyakinan adalah modal yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin memperoleh kesuksesan dan kekayaan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin meraih kesuksesan dan kekayaan yang melimpah dalam kehidupan, jangan tunda lagi, mulai sekarang bangunlah keyakinan yang kuat dalam jiwa Anda. Sebuah keyakinan yang disandarkan kepada kekuasaan Tuhan bahwa Anda pun akan bisa meraih kesuksesan dan kekayaan yang melimpah. Setelah itu, bergeraklah bersama keyakinan Anda untuk menjemput harapan Anda. Sungguh, betapa keyakinan ini sangat penting dalam menentukan kesuksesan hidup seseorang. Apabila kita melihat kesuksesan orang-orang besar dalam sejarah, tampak sekali mereka adalah orang-orang yang mempunyai keyakinan yang kuat. Tidak sedikit dari mereka adalah orang-orang yang dikatakan oleh sekeliling mereka, tidak mungkin melakukan sesuatu atau meraih impiannya. Namun, dengan keyakinan yang kuat, akhirnya mereka mempunyai energi yang besar untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, ternyata mereka berhasil.

Keyakinan (2)

Keyakinan yang baik adalah keyakinan yang disandarkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Hal ini penting dilakukan agar ketika mengalami keberhasilan, seseorang tidak mudah terjangkit sifat sombong karena ia menyadari bahwa keberhasilannya adalah karunia dari-Nya. Dengan demikian, ia pun segera mempunyai kesadaran untuk bersyukur kepada Tuhan. Sungguh, kesadaran untuk bersyukur inilah sumber kebahagiaan yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa kemampuan untuk bersyukur kepada Tuhan, sulit bagi seseorang bisa menikmati keberhasilan yang telah diraihnya.

Keyakinan yang disandarkan kepada Tuhan juga tidak mudah membuat seseorang menyerah ketika menghadapi rintangan. Hal ini bisa terjadi karena ia meyakini bahwa Tuhan Yang Mahakuasa akan berkenan membantunya untuk memberikan jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapinya. la akan mempunyai kemantapan hati karena telah memperkuat keyakinannya dengan sering berdoa kepada-Nya tentang apa yang jadi keinginannya.

Di sinilah sesungguhnya penting bagi seseorang untuk mempunyai keyakinan dalam hidupnya. Orang yang tidak mempunyai keyakinan akan sulit meraih kesuksesan dan kekayaan. Hal ini bisa terjadi karena orang yang tidak mempunyai keyakinan sering dihinggapi keraguan ketika akan mewujudkan keinginannya. Keraguan ini yang membuat seseorang tidak fokus dalam menempuh langkah-langkah atau usaha. Apabila usaha dilakukan dengan tidak fokus, maka alamat kegagalan sudah di depan mata.

Selanjutnya: Keyakinan (3)

Selasa, 14 Mei 2013

Meniru Pola Yang Benar


Kunci sukses untuk membangun usaha waralaba yang member keuntungan besar dengan membangun suatu Network yang bonafid, boleh dikatakan sama saja.

Dalam menjalankan kedua jenis usaha tesebut, yang diperlukan hanyalah memanfaatkan bakat yang telah diberikan Tuhan kepada kita semua. Yaitu: bakat meniru! Seperti yan gsudah kita ketahui bersama, bakat ini praktis dimilikioleh semua orang. Perbedaannya adalah dalam networking Anda akan meniru konsep waralaba yang menciptakan kekayaan yang sejati. Jadi, bukan sebaliknya, meniru pola bekerja untuk orang lain yang cuma menciptakan penghasilan sementara.

Baik Anda mengivestasikan waktu Anda dalam usaha waralaba, maupun menginvestasikan waktu Anda di usaha Network Marketing, sebetulnya apa yang Anda investasikan adalah SISTEM-nya. Kalau begitu, buat apa kita bersusah payah menghabiskan jutaan dolar untuk menciptakan sendiri perusahaan seperti McDonald’s kalau kita bisa meniru saja cara mereka?

Terlebih lagi, apa yang ditawarkan oleh McDonald’s Corporation kepada Anda para pemegang lisensi adalah suatu system yang sudah teruji dan terbukti keberhasilannya.
Mungkin Anda merasa geli kalau mendengar bahwa ternyata McDonald’s menyediakan pusat latihan yang disebut Hamburger University. Tetapi, hal ini sekali lagi membuktikan bahwa pada kenyataannya di kantor-kantor pusat McDonald’s, training dan pendidikan merupakan hal yang SERIUS!

Untuk mendapatkan lisensi waralaba McDonald’s, kita harus mengikuti kuliah dulu di Universitas hamburger tersebut. Tujuannya, agar kita bisa mempelajari dan meniru system-sistem yang sudah diuji coba dan berhasil. Seperti yan g telah kita ketahui, system ini telah bekerja dengan luar biasa baiknya selama hamper 50 tahun! Kalau kita tidak mau meniru sistemnya, kita tidak akam memperoleh izinnya. Itu saja!
Karena satu hal yang paling tidak diinginkan oleh McDonald’s adalah jika seorang pemilik lisensi mengalami kegagalan dalam usahanya!

Selanjutnya: Waralaba Adalah Pemenangnya

Sumber
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//