Kamis, 13 Juni 2013

Cara Jitu Bangun Jaringan Dalam Mencari Pekerjaan

Zaman sekarang, memiliki jaringan amatlah penting. Sejumlah taktik berikut ini memungkinkan Anda menjalin hubungan sehingga orang bersedia membantu Anda.

Tempat yang tepat menjalin jaringan
Sangat sulit menjalin hubungan yang dekat dengan koneksi online. Anda punya kesempatan lebih baik jika bertemu orang secara langsung dengan arahan pekerjaan yang sesuai: kelompok diskusi LinkedIn, pertemuan dan konvensi profesional, organisasi relawan, khususnya badan direksi, ditambah Meetup.com dan orang-orang berhobi yang sama. Komunitas teater dan aktivitas lain yang intensif dan durasi pertemuan yang lama dapat sangat bermanfaat, dan bahkan tampaknya kelompok-kelompok yang sedikit berpotensi pun dapat membantu Anda.

Cara berhubungan dekat dengan cepat
Hadir lebih awal di sejumlah acara. Dengan begini, Anda dapat lebih mudah menemukan seseorang yang akan menyambut Anda dengan hangat untuk mengobrol.

Percayalah pada intuisi Anda sambil mencoba memastikan Anda tidak melakukan penilaian berdasarkan ras, gender, dll. Sebagai contoh, seseorang berusia 20-an yang memiliki banyak tindikan dan berpakaian dengan gaya dan warna yang berantakan kemungkinan kurang membantu Anda mendapatkan pekerjaan sebagai akuntan dibanding seseorang berusia 40 tahun yang mengenakan pakaian yang lebih konservatif.

Jika Anda malu, buatlah Anda terlihat di depan seseorang, mungkin sekitar 5 meter dari Anda, dan buat kontak mata dengan tatapan yang ramah. Mungkin Anda akan beruntung dan dia akan menghampiri Anda. Jika tidak, ambil napas dalam-dalam dan dekati orang tersebut. Berikut contoh percakapan sederhana:

Jane: Hai, Nama saya Jane Jones.

Sam: Sam Smith.

Jane: Ini pertama kalinya saya berada di pertemuan Manajemen Sumber Daya Manusia seperti ini. Anda?

(Memulai obrolan dengan kesamaan menciptakan ikatan dan mengakui dia pertama kali datang ke acara itu membuat Sam merasa setidaknya sama atau superior, dan hal itu sangat membantu. Ironisnya, orang-orang lebih cenderung ingin membantu seseorang yang membuatnya merasa baik tentang dirinya sendiri ketimbang membantu seseorang yang begitu pintar dan berkepribadian yang dia rasa rendah diri — meski orang yang lebih cerdas, kemungkinan akan menjadi karyaman yang baik. Juga perlu dicatat bahwa Jane mengakhiri kalimatnya dengan sebuah pertanyaan, yang memastikan bahwa obrolan akan terus berlanjut.)

Sam: Saya pernah datang ke beberapa acara seperti ini.

Jane: Ada saran tentang hal yang saya perlu ketahui tentang organisasi atau pertemuan ini?

(Orang senang untuk dimintai nasihat mengenai hal-hal yang mereka ketahui.)

Sam: Hmm, keragaman adalah masalah besar belakangan ini.

Jane: Apakah itu minat khusus Anda?

(Hal tersebut adalah upaya pertama Jane dalam berusaha berhubungan dekat dengan Sam. Usaha tersebut adalah kunci untuk membuat hubungan akrab dengan lebih cepat.)

Sam: Tidak juga.

Jane: Boleh saya tahu bagaimana pendapat Anda mengenai isu belakangan ini?

(Itu adalah pertanyaan yang sangat memicu kedekatan, yang dapat memaksimalkan kesempatan Sam mengungkapkan sesuatu.)

Sam: (terdengar terkejut) Hmm, sekarang saya fokus untuk pindah. Saya dan istri pindah ke tempat yang lebih baik.

(OK, dia mulai terbuka.)

Jane: Memang, pindah dapat sangat menyulitkan.

(Pernyataan empati dapat membuat ikatan. Dan terlalu dini untuk memberikan saran, contohnya, “Saat saya pindah, saya menggunakan jasa pemindahan barang XXX. Pelayanan mereka bagus.”)

Jane: Apakah ada tantangan khusus atau hanya kerepotan karena pindah rumah?

(Dia mencoba untuk menempatkan poin terberatnya sehingga mungkin ia dapat membantu. Minimal, dia menunjukkan minat dalam masalahnya tidak seperti kebanyakan orang, yang mementingkan diri sendiri.)

Sam: Itu hanya masalah kerepotan saat harus pindah, kita semua sibuk sekarang.

Jane: Saya paham.

(Dia berhenti, berharap dia akhirnya akan menanyainya, tapi dia tidak bertanya. Keheningan terjadi beberapa detik, sehingga dia akhirnya memutuskan untuk cerita meski tidak ditanya.)

Jane: Saya tidak berencana pindah rumah, tapi saya berharap untuk pindah ke pekerjaan baru yang baik.

Sam: Sedang mencari pekerjaan?

Jane: Ya. Saya seorang spesialis tunjangan pensiun dan selalu mendapat pujian dalam pekerjaan saya, namun mereka memindahkan departemen kami ke India. Adakah saran untuk bagaimana saya dapat memanfaatkan pertemuan ini untuk membantu mendapatkan pekerjaan baru?

(Tanpa terdengar seperti menyombongkan diri, dia menegaskan bahwa dia kompeten, dan alasan mengapa dia sedang mencari pekerjaan. Perlu dicatat juga bahwa dia tidak meminta lowongan. Dia meminta saran. Biasanya, jika Anda meminta pekerjaan, Anda mendapatkan saran. Tapi jika Anda meminta saran, Anda kemungkinan besar akan mendapatkan pekerjaan.)

Sam: Saya tidak tahu tetapi saya dapat memperkenalkan Anda ke beberapa orang yang mungkin dapat membantu.

Jane: Terima kasih banyak, Anda baik sekali.

(Setelah Sam selesai, Jane berterima kasih kepadanya dan meminta kartu nama. Dan saat Jane kembali ke rumah, dia melihat ke Amazon.com dan mengirimi Sam sebuah buku bagus tentang pindah rumah, namun harganya tidak terlalu mahal.)

Dalam beberapa menit, Jane sudah mengembangkan hubungan yang cukup dapat membuat Sam akan mencoba membantunya menemukan pekerjaan. Tentu saja, percakapan seperti itu tidak akan langsung memberikan Anda pekerjaan, tapi cukup untuk membuat mereka mencarikan lowongan untuk Anda. Selain itu, bahkan jika mereka tidak membantu Anda menemukan pekerjaan, Anda dapat menemukan persahabatan dengan mereka.

San Francisco Bay Guardian disebut Dr. Nemko “The Bay Area's Best Career Coach” dan dia adalah editor kontributor untuk karier di U.S.News. Buku keenam dan ketujuhnya dipublikasikan pada 2012: “How to Do Life: What They Didn't Teach You in School” dan “What's the Big Idea? 39 Disruptive Proposals for a Better America”. Lebih dari 1.000 tulisannya dapat diunduh gratis di www.martynemko.com.

Sabtu, 01 Juni 2013

Keyakinan (4)

Apalagi hidup di zaman modern yang penuh dengan persaingan yang ketat antara satu dengan lainnya. Tidak mudah bagi seseorang untuk meraih kesuksesan dan kekayaan karena peluang seakan semakin sempit disebabkan lebih banyak orang yang ingin meraihnya. Di sinilah keyakinan adalah modal yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin memperoleh kesuksesan dan kekayaan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin meraih kesuksesan dan kekayaan yang melimpah dalam kehidupan, jangan tunda lagi, mulai sekarang bangunlah keyakinan yang kuat dalam jiwa Anda. Sebuah keyakinan yang disandarkan kepada kekuasaan Tuhan bahwa Anda pun akan bisa meraih kesuksesan dan kekayaan yang melimpah. Setelah itu, bergeraklah bersama keyakinan Anda untuk menjemput harapan Anda. Sungguh, betapa keyakinan ini sangat penting dalam menentukan kesuksesan hidup seseorang. Apabila kita melihat kesuksesan orang-orang besar dalam sejarah, tampak sekali mereka adalah orang-orang yang mempunyai keyakinan yang kuat. Tidak sedikit dari mereka adalah orang-orang yang dikatakan oleh sekeliling mereka, tidak mungkin melakukan sesuatu atau meraih impiannya. Namun, dengan keyakinan yang kuat, akhirnya mereka mempunyai energi yang besar untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, ternyata mereka berhasil.

Keyakinan (3)

Orang yang tidak mempunyai keyakinan juga sulit untuk mempunyai semangat yang menyala. Kalaupun mempunyai semangat biasanya hanya di awal-awal saja ketika usaha mulai dikerjakan. Namun, ketika usaha menghadapi masalah, bertemu tantangan, atau tiba-tiba berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka orang yang tidak mempunyai keyakinan akan mudah menyerah. Orang yang demikian adalah orang yang lemah.

Untuk membuktikan apa yang penulis sampaikan berkaitan dengan keyakinan ini, cobalah Anda perhatikan orang-orang yang hidupnya tampak bahagia, sukses dalam karier, atau orang yang kaya di sekitar Anda. Apakah mereka itu tampak sebagai orang yang mempunyai semangat dalam hidupnya atau kelihatan lemah? Sejauh pengamatan penulis, orang yang hidupnya tampak bahagia, sukses dalam berkarier, atau mempunyai kekayaan melimpah adalah mereka yang tampak bersemangat dalam menghadapi hidup. Semangat yang tampak pada diri seseorang sesungguhnya adalah cerminan dari keyakinan yang ada dalam hatinya.

Selanjutnya: Keyakinan (4)

Keyakinan (2)

Keyakinan yang baik adalah keyakinan yang disandarkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Hal ini penting dilakukan agar ketika mengalami keberhasilan, seseorang tidak mudah terjangkit sifat sombong karena ia menyadari bahwa keberhasilannya adalah karunia dari-Nya. Dengan demikian, ia pun segera mempunyai kesadaran untuk bersyukur kepada Tuhan. Sungguh, kesadaran untuk bersyukur inilah sumber kebahagiaan yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa kemampuan untuk bersyukur kepada Tuhan, sulit bagi seseorang bisa menikmati keberhasilan yang telah diraihnya.

Keyakinan yang disandarkan kepada Tuhan juga tidak mudah membuat seseorang menyerah ketika menghadapi rintangan. Hal ini bisa terjadi karena ia meyakini bahwa Tuhan Yang Mahakuasa akan berkenan membantunya untuk memberikan jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapinya. la akan mempunyai kemantapan hati karena telah memperkuat keyakinannya dengan sering berdoa kepada-Nya tentang apa yang jadi keinginannya.

Di sinilah sesungguhnya penting bagi seseorang untuk mempunyai keyakinan dalam hidupnya. Orang yang tidak mempunyai keyakinan akan sulit meraih kesuksesan dan kekayaan. Hal ini bisa terjadi karena orang yang tidak mempunyai keyakinan sering dihinggapi keraguan ketika akan mewujudkan keinginannya. Keraguan ini yang membuat seseorang tidak fokus dalam menempuh langkah-langkah atau usaha. Apabila usaha dilakukan dengan tidak fokus, maka alamat kegagalan sudah di depan mata.

Selanjutnya: Keyakinan (3)

Keyakinan (1)

Keyakinan adalah modal yang harus dimiliki oleh orang yang ingin meraih kekayaan melimpah. Keyakinan ini semacam energi yang bisa menggerakkan seseorang untuk meraih apa yang dicita-citakannya. Tanpa keyakinan, ibarat mobil tanpa bahan bakar; ia bisa berjalan kalau hanya didorong atau pada saat jalanan menurun saja, tetapi ketika jalanan menanjak, maka yang mendorong bisa jadi sangat kelelahan yang akhirnya berhenti mendorong dan mobil pun tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Demikian pula dengan keyakinan. Keberadaannya bagaikan bahan bakar yang senantiasa membakar semangat hidup seseorang yang ingin mewujudkan impiannya.

Orang yang ingin memperoleh kesejahteraan hidup dengan kekayaan harus mempunyai keyakinan yang kuat bahwa ia dapat meraihnya. Keyakinan ini harus senantiasa ditumbuhkan agar ketika seseorang menghadapi kesulitan, tantangan, atau masalah yang berat dalam mewujudkan keinginannya, ia tidak mudah menyerah dan putus asa. Keyakinan akan membuat seseorang bertahan untuk menghadapi masalah dan berusaha untuk mengatasinya atau menemukan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya.

Selanjutnya: Keyakinan (2)
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//