Kamis, 24 April 2014

Mindset, Carol Dweck (2)

Sejak ‘ditemukan’ oleh psikolog Carol Dweck, gagasan mindset menjadi isu sentral yang kerap dibicarakan bila orang membahas prestasi dan keberhasilan. Carol memilah mindset ke dalam dua kategori: fixed mindset dan growth mindset. Mindset pertama cenderung memandang kapasitas, kecerdasan, bahkan perilaku orang bersifat tetap (fixed). Sedangkangrowth mindset beranggapan bahwa orang bisa berubah, bertambah cerdas, dan bertambah baik perilakunya.

Gagasan mindset Dweck bermanfaat bukan hanya bagi individu, tetapi juga untuk kebutuhan dunia bisnis, pendidikan, hingga olahraga. Buku langka dari jenisnya ini membantu kita untuk berubah secara positif dalam hidup dan karier. Orang-orang yang memiliki pola pikir positif (growth mindset) akan berusaha mengembangkan dirinya, memperbaiki perilaku dan kebiasaannya, meningkatkan ketrampilan dan kecerdasannya (baik intelektual maupun non-intelektual).

Dweck menunjukkan bahwa kita mampu mengubah mindset pada tahap kehidupan yang manapun, asalkan ada motivasi untuk berubah. Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik dalam banyak aspek kehidupan kita.


Cara Berpikir (Mindset) (1)

Bagaimana kita melihat sesuatu, itu bergantung kepada perintah pikiran, Misalnya saja, apakah kita melihat tugas sebagai beban atau tantangan. Bagaimana kita melihat sebuah peristiwa, menimbang pekerjaan, menyikapi persoalan, itu berpulang kepada bagaimana kita berpikir atau mindset.

Mindset merupakan lensa terdalam yang kita gunakan dalam melihat dunia: apakah kita melihat dunia secara positif ataukah sebaliknya; apakah kita memandang keberhasilan orang lain sebagai inspirasi atau melihatnya dengan rasa iri dan curiga. “Kebahagiaan Anda berhubungan dengan mindset Anda, bukan dengan lingkungan di luar diri Anda,” kata Steve Maraboli dalam Life, the Truth, and Being Free.

Banyak buku ditulis mengenai mindset dan cara berpikir, berikut ini beberapa di antaranya yang menarik, penting, relevan, dan membantu kita dalam membenahi mindset dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari.

Cara Berpikir (Mindset) (2)

Senin, 14 April 2014

Pelaku usaha MLM terancam dipenjara dan denda Rp 10 miliar

Pelaku usaha Multi Level Marketing (MLM) maupun Single Level Marketing (SLM) harus berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Sebab, ada ancaman pidana 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 10 miliar karena merugikan konsumen.

Aturan ini tertuang dalam Undang Undang No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam pasal 105 UU Perdagangan tersebut, pelaku usaha distribusi yang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang bisa dipidana.

"Pidana 10 tahun penjara dan atau Rp 10 miliar," kutipan isi UU Perdagangan yang diterima merdeka.com, Minggu (12/4).

Kabiro Hukum Kementerian Perindustrian, Lasminingsih mengatakan penjara dan denda ini pantas diterapkan pada pelaku distribusi MLM karena masuk kategori pidana dan penipuan.

"Betapa menderitanya orang yang ditipu. Itu kejahatan kalau MLM itu. Berapa banyak orang susah karena MLM. Tadinya tidak ada ketentuan mengenai itu," ucapnya dalam media gathering Kementerian Perdagangan di Ciawi, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/4).

Minggu, 23 Februari 2014

Pasang Surut Bisnis Putra Sang Begawan


Kunci sukses Hashim cukup sederhana: menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan China.Dua bahasa itu merupakan bahasa yang sangat dasar di dunia bisnis. "Dulu mungkin bahasa Jepang, tapi dengan bangkitnya China maka bahasa Inggris dan China adalah bahasa paling dasar yang harus dikuasai bila ingin berbisnis," ujarnya.

Selain itu, seorang pebisnis juga harus menghargai waktu. "Tepat waktu adalah syarat mutlak. Dengan tepat waktu orang akan lebih menghargai kita," pesannya.

Tak kalah pentingnya adalah belajar pengetahuan dasar bisnis, seperti akutansi dan pembukuan. Menurutnya, pebisnis harus tahu apakah bisnis itu akan menghasilkan untung atau merugi. "Dasar saja, namun penting untuk mengerti itu," ujarnya. Sumber *

Pilih Yang Menghasilkan

Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah. Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekarjaan apapun yang diterima, sering kali dia tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya pensiun dia tidak berubah pekerjaan.

Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalau Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalau Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.

Jadi No. 1 didalam hidup memilih bisnis ini kita harus pilih goal - goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal apapun, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari goal - goal tadi kira - kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?
//** efek salju-start**// //** efek salju-end**// //** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//